Dapur Warga RI Susah Ngebul: Harga Bahan Pangan Meroket

1 day ago 8

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

05 January 2026 17:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia sepanjang 2025 sebesar 2,92% year-on-year (yoy). Inflasi ini adalah yang tertinggi sejak 2022 (5,51%). Lonjakan inflasi utamanya dipicu kenaikan makanan dan minuman.

Data BPS menunjukkan kelompok pengeluaran, Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi salah satu kontributor utama inflasi tahunan pada 2025.

Kelompok ini mencatat inflasi 4,58% yoy pada 2025 dengan andil inflasi sebesar 1,33%, menjadikannya penyumbang terbesar terhadap inflasi umum. Komoditas dengan andil inflasi terbesar yaitu, cabai merah, ikan segar, cabe rawit, beras, dan daging ayam ras.

Tingginya inflasi pada kelompok konsumsi dasar ini menegaskan bahwa dinamika harga pangan masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi nasional.

Secara historis, inflasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dalam lima tahun terakhir.

Pada 2020 - 2021, inflasi kelompok ini relatif moderat, masing-masing sebesar 3,63% dan 3,09% yoy, sebelum meningkat signifikan pada 2022 dan 2023 hingga mencapai 5,83% dan 6,18% yoy.

Tekanan inflasi tersebut kemudian mereda tajam pada 2024 dengan inflasi turun ke 1,90% yoy, seiring normalisasi harga pangan dan perbaikan pasokan domestik.

Namun, tren tersebut kembali berbalik pada 2025. Inflasi Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat meningkat menjadi 4,58% yoy. Kenaikan ini berpotensi berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas inflasi nasional ke depan.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) perbandingan rata-rata harga komoditas pangan pada 2024 dan 2025, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya relatif stabil bahkan menurun.

Rata-rata harga bawang merah naik dari Rp39.124/kg pada 2024 menjadi Rp45.329/kg pada 2025 meningkat sebesar 15,86%. Sementara itu, cabai rawit merah juga mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi, dari rata-rata Rp56.873/kg menjadi Rp65.753/kg pada 2025 atau naik 15,61%.

Harga rata-rata minyak goreng meningkat dari Rp19.308,4 pada 2024 menjadi Rp20.938,2 pada 2025, atau naik sebesar 8,44%.

Cabai merah besar juga tercatat naik dari Rp50.745/kg menjadi Rp53.317/kg di 2025 setara kenaikan 5,07%.

Berbeda dari komoditas lainnya, bawang putih justru mencatat penurunan harga atau deflasi. Rata-rata harga turun dari Rp43.202/kg pada 2024 menjadi Rp42.469/kg pada 2025 terkoreksi sebesar 1,70%.

Kenaikan harga pangan perlu menjadi perhatian mengingat besarnya dampak komoditas tersebut terhadap laju konsumsi dan angka kemiskinan.

Sebesar 75% pengeluaran warga miskin dihabiskan untuk makanan. Artinya, jika harga pangan terus melonjak maka semakin besar pengeluaran untuk makanan dan angka kemiskinan bisa semakin meningkat.

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |