Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Venezuela, 3 Januari. Negara itu bahkan "menculik" Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke New York AS untuk pengadilan di sana.
Lalu bagaimana updatenya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Selasa (6/1/2025).
1.PBB Teriak Operasi AS di Venezuela
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas operasi dramatis AS di Venezuela. PBB bahkan memperingatkan bahwa hal itu jelas "merusak prinsip dasar hukum internasional".
"Negara tidak boleh mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun," kata juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, kepada wartawan di Jenewa, Selasa, sebagaimana dimuat AFP.
2.Warga Kuba Ketar-ketir
Warga Kuba kini ketar-ketir setelah AS melakukan operasi di Venezuela. Pasalnya, Venezuela, adalah sekutu utama dan pemasok minyak utama negeri itu.
Bukan hanya itu, ancaman juga telah diberikan Presiden AS Donald Trump. Ia mengatakan Kuba "harus bersiap untuk jatuh".
"Tahun 2026 akan sulit, sangat sulit," kata seorang pria berusia 53 tahun, Axel Alfonso, yang bekerja sebagai sopir untuk perusahaan negara, di Havana.
"Jika Venezuela adalah pemasok utama, setidaknya minyak, situasinya akan menjadi sedikit rumit," tambahnya seperti sebagian besar warga Kuba, yang telah menjalani seluruh hidup di bawah embargo perdagangan AS sejak 1962.
"Kami telah berjuang selama 60 tahun, dan kami harus terus berjuang."
3.Raksasa Migas AS Ogah Garap Minyak Venezuela
Sumber industri mengungkap bahwa sejumlah perusahaan minyak raksasa AS sepertinya enggan berinvestasi di Venezuela. Sejumlah alasan menjadi dasar mengapa kemungkinan besar mereka tidak akan langsung terjun ke negeri itu.
Mulai dari situasi di lapangan masih sangat tidak pasti, industri minyak Venezuela yang berada dalam keadaan kacau, dan Caracas memiliki sejarah menyita aset minyak AS. Harga minyak saat ini yang terlalu rendah juga membuat perusahaan harus merencanakan matang pengeluarannya, di mana untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, dibutuhkan dana yang sangat besar, bahkan puluhan miliar dolar AS.
Keinginan untuk terjun ke Venezuela saat ini cukup rendah. Kita tidak tahu seperti apa pemerintahan di sana nantinya," kata seorang sumber industri, dikutip CNN International.
"Keinginan presiden berbeda dengan keinginan industri. Dan Gedung Putih akan mengetahui hal itu jika mereka berkomunikasi dengan industri sebelum operasi pada hari Sabtu," tambahnya menyebut serangan ke Venezuela yang berlangsung 3 Januari tersebut.
Venezuela memang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar dunia, 330 miliar barel. Ini lebih banyak dari Arab Saudi, Iran, Irak, bahkan Rusia dan AS.
4.Kapal Hantu Rusia di Venezuela
Hubungan diplomatik antara AS dan Rusia kembali berada di titik nadir. AS kini tengah menyusun rencana matang untuk mencegat sebuah kapal tanker minyak yang sedang melarikan diri dan diklaim oleh Kremlin berada di bawah yurisdiksinya.
Mengutip CNN International, salah satu kapal tanker yang diintai awalnya bernama Bella 1. Kapal ini telah masuk dalam daftar sanksi AS sejak tahun 2024 karena dituduh beroperasi sebagai bagian dari "armada bayangan" yang mengangkut minyak ilegal.
Awalnya, Bella 1 berlayar menuju Venezuela. Namun, bulan lalu kapal ini terpantau berbalik arah demi menghindari upaya penyitaan oleh Penjaga Pantai AS.
"Hingga dua hari yang lalu, kapal tanker tersebut terpantau berada di Atlantik Utara, bergerak ke arah timur laut di dekat pantai Inggris," tulis laporan data kapal sumber terbuka dari Kpler, perusahaan intelijen perdagangan, sebagaimana dikutip dari CNN International.
Untuk menghindari kejaran, awak kapal melakukan aksi provokatif dengan mengecat bendera Rusia pada lambung kapal dan mengeklaim berlayar di bawah perlindungan Kremlin. Tak lama berselang, nama kapal tersebut berubah menjadi Marinera dalam daftar resmi kapal Rusia.
Rusia bahkan telah mengajukan permintaan diplomatik resmi agar AS menghentikan pengejaran tersebut. Status baru sebagai kapal Rusia ini secara hukum membuat proses penyitaan menjadi jauh lebih rumit dan sensitif secara geopolitik.
5.Lawan Maduro Beri Sinyal Kembali ke Venezuela, Tuntut Pemilu Baru
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, mengatakan bahwa ia berencana untuk kembali ke tanah air "sesegera mungkin". Ia mengecam pelantikan presiden sementara di Caracas.
"Saya berencana untuk kembali ke Venezuela sesegera mungkin," kata Machado kepada penyiar Sean Hannity di Fox News, berbicara dari lokasi yang dirahasiakan.
"Rodriguez ditolak oleh rakyat Venezuela, dan para pemilih berada di pihak oposisi," tambahnya.
"Dalam pemilihan yang bebas dan adil, kami akan menang dengan lebih dari 90 persen suara, saya tidak ragu tentang itu," tambahnya.
Machado sendiri sudah berjanji untuk mengubah Venezuela menjadi pusat energi Amerika dan membongkar semua struktur kriminal rezim. Ia berjanji untuk "membawa jutaan warga Venezuela yang terpaksa meninggalkan negara kita kembali ke tanah air".
6.Presiden Sementara Venezuela Dilantik
Parlemen Venezuela melantik Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Ini dua hari setelah pasukan AS menangkap pendahulunya Nicolas Maduro untuk diadili di New York.
Rodriguez, yang telah mengindikasikan akan bekerja sama dengan Washington, mengucapkan sumpah jabatan selama upacara di Majelis Nasional. Ia mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa ia melakukannya "atas nama seluruh rakyat Venezuela".
"Saya merasa sedih atas penculikan para pahlawan kita, para sandera di Amerika Serikat," ujarnya merujuk pada Maduro dan istrinya Cilia Flores.
Parlemen mengecam penangkapan Maduro sambil berjanji untuk mendukung penggantinya, Rodriguez, setelah serangan militer AS yang mengejutkan Caracas dan dunia. Di luar gedung parlemen, ribuan warga Venezuela berkumpul untuk menuntut pembebasan Maduro di AS.
7.Tembakan di Sekitar Istana Presiden Venezuela
Suara tembakan terdengar di sekitar Istana Kepresidenan Miraflores, Caracas, Venezuela, pada Senin malam waktu setempat. Namun sumber yang dekat dengan pemerintah menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan.
Dilaporkan bagaimana sebuah drone tak dikenal terdeteksi terbang di atas kompleks Istana Miraflores sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Pasukan keamanan kemudian melepaskan tembakan balasan ke arah udara.
Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah Delcy Rodriguez, wakil Maduro, dilantik sebagai presiden sementara menyusul penggulingan Maduro. Seorang warga yang tinggal sekitar lima blok dari istana mengatakan rentetan tembakan berlangsung singkat, sekitar satu menit, dan tidak seintens serangan pada Sabtu dini hari yang menggulingkan Maduro.
"Yang pertama terlintas di pikiran saya adalah melihat apakah ada pesawat di atas, tetapi tidak ada. Saya hanya melihat dua lampu merah di langit," ujar warga tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, seperti dikutip AFP.
Ia menambahkan banyak warga keluar rumah atau mengintip dari jendela untuk mencari tahu apa yang terjadi. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan apa yang tampak seperti peluru penjejak ditembakkan ke langit, disusul kedatangan sejumlah besar personel keamanan ke area istana.
8. Maduro Mengaku Tak Bersalah
Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan sejumlah dakwaan lain dalam sidang perdananya di pengadilan federal Manhattan, New York, pada Senin waktu setempat. Sidang ini berlangsung dua hari setelah Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika dalam operasi militer mendadak di Caracas.
"Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah," ujarnya pria berusia 63 tahun itu seraya menyatakan penangkapannya dilakukan secara paksa di kediamannya di Caracas.
Namun, hakim federal mengingatkan Maduro untuk hanya menyebutkan identitas dirinya tanpa pernyataan politik tambahan selama persidangan. Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut didakwa dalam perkara yang sama, juga mengajukan pembelaan tidak bersalah.
Hakim memerintahkan Maduro dan Flores tetap ditahan. Haki, menjadwalkan sidang lanjutan pada 17 Maret mendatang.
9. Muncul Pemimpin Oposisi di Venezuela
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyatakan ambisinya menjadikan Venezuela sebagai "pusat energi" bagi kawasan Amerika Utara dan Selatan jika negara itu berada di bawah pemerintahan yang bebas.
Pernyataan tersebut disampaikan Machado dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity di Fox News pada Senin waktu setempat. Ia menegaskan potensi besar Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
"Kita akan mengubah Venezuela menjadi pusat energi Amerika," ujar Machado dalam wawancara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Machado juga menyampaikan rencananya untuk kembali ke Venezuela dalam waktu dekat. Ia mengatakan akan pulang "sesegera mungkin" meski situasi politik di negaranya masih tegang.
Machado turut melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan di Caracas. Ia menuding Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai salah satu tokoh utama di balik pelanggaran serius di Venezuela.
"Saya percaya Delcy Rodríguez adalah salah satu arsitek utama penyiksaan, penganiayaan, korupsi, dan perdagangan narkoba," kata Machado.
Pernyataan Machado muncul di tengah krisis politik dan ekonomi berkepanjangan di Venezuela, yang memicu tekanan internasional terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro serta membuka kembali perdebatan soal masa depan sektor energi negara kaya minyak tersebut.
10. Denmark Warning AS
Denmark memperingatkan AS agar tidak mencoba merebut Greenland secara paksa, menyusul pernyataan Trump yang kembali menyatakan keinginannya untuk mencaplok wilayah Arktik tersebut. Pemerintah Denmark menilai langkah semacam itu akan merusak pondasi hubungan keamanan transatlantik yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Senin menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap sekutu NATO akan menjadi preseden berbahaya.
"Jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti, termasuk NATO dan sistem keamanan pasca Perang Dunia II," ujar Frederiksen kepada stasiun televisi TV2.
Isu Greenland kembali menguat di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk keterlibatan militer AS di Venezuela, yang memicu kekhawatiran baru di Eropa terkait ambisi Washington atas wilayah otonom Denmark tersebut. Greenland dinilai strategis karena berada di jalur terpendek antara Rusia dan AS untuk lintasan rudal, serta memiliki cadangan mineral langka yang besar seiring mencairnya es di kawasan Arktik.
11. Respons China Atas Klaim Sepihak Trump
Pemerintah China merespons keras pernyataan Trump yang kembali menyinggung "ancaman China" di tengah langkah agresif Washington terkait Venezuela dan Greenland. Beijing mendesak AS menghentikan penggunaan isu China sebagai dalih untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi sendiri.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan Washington harus "berhenti menggunakan apa yang disebut ancaman China sebagai alasan untuk mencari keuntungan pribadi". Pernyataan itu disampaikan menyusul klaim Trump terkait kehadiran kapal China di kawasan Greenland serta sikapnya terhadap Venezuela.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
9

















































