MIND ID Tegaskan Peran Strategis Dukung Kebijakan Energi Nasional

9 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID menegaskan posisinya dalam rangka mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagaimana telah diperbarui melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menilai kehadiran MIND ID tidak sekadar mengelola sumber daya alam, tetapi memastikan pengelolaannya terintegrasi untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung rantai pasok industri dalam negeri dan global.

"Kami menempatkan sumber daya alam sebagai satu landasan kesejahteraan bangsa, penguatan industri nasional, serta kontribusi dalam mendukung kedaulatan nasional dan kebutuhan global melalui Indonesia untuk dunia," kata Maroef dalam acara Sarasehan dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Maroef menyebut pembaruan KEN melalui PP 40 tahun 2025 memuat tiga sasaran utama. Pertama adalah ketahanan energi, pada aspek ini MIND ID melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki luas wilayah pertambangan batu bara mencapai 65.632 hektare, dengan sumber daya sebesar 5,72 miliar ton dan cadangan 2,88 miliar ton.

"Yang artinya adalah energi harus selalu ada, aman, tidak terganggu, serta memiliki harga yang stabil," ujarnya.

Kedua, pemenuhan kebutuhan energi. Artinya, energi yang tersedia harus cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri serta memenuhi masyarakat. Melalui PTBA, MIND ID terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara setiap tahunnya.

"Bukit Asam tengah membangun fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6-7 untuk menambah kapasitas angkutan sebesar 20 juta ton per tahun, dan nantinya kapasitas produksi batu bara Bukit Asam akan naik dari 43 juta ton per tahun menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun," ujarnya.

Ketiga, terwujudnya dekarbonisasi dan transisi energi. Artinya adalah energi domestik harus semakin bersih, rendah emisi, dan menuju net zero di 2060.

Ia lantas membeberkan bahwa total konsumsi energi Grup MIND ID berada di kisaran 46 juta giga joule, dengan komposisi penggunaan energi terbarukan mencapai 39% yang berasal dari penggunaan PLTA dan PLTS.

"Kami akan terus mendorong penggunaan EBT di seluruh operasional Anggota Grup MIND ID," kata Maroef.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pembuat kebijakan dan pelaku industri. Khususnya dalam mengawal implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025.

Menurut Satya, pertemuan dengan para pemangku kepentingan industri menjadi momentum awal bagi jajaran DEN yang baru saja dilantik Presiden beberapa pekan lalu.

Satya menilai industri mempunyai peran yang cukup penting karena sektor tersebut, bersama transportasi merupakan penyumbang terbesar permintaan energi nasional sekaligus kontributor signifikan emisi karbon.

Menurutnya, jika dua sektor tersebut mampu ditekan intensitas emisinya, maka kontribusinya terhadap penurunan emisi nasional akan cukup besar. Di sisi lain, penguatan industri dan transportasi juga menjadi kunci penciptaan pertumbuhan ekonomi baru.

"Maka kenapa kita semua ini antara kita sebagai pemangku kebijakan dengan Bapak sekalian sebagai pelaksana kebijakan tidak boleh ada kesenjangan," katanya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |