Tim Dosen PKM Unsam Hadirkan Smart Water Reservoirs System Bagi Meunasah Terdampak Banjir Di Ie Bintah

3 hours ago 2
AcehPendidikan

17 Februari 202617 Februari 2026

Tim Dosen PKM Unsam Hadirkan Smart Water Reservoirs System Bagi Meunasah Terdampak Banjir Di Ie Bintah PKM Tanggap Darurat Bencana Dosen Tahun 2026 saat melaksanakan kegiatan Penerapan Teknologi Smart Water Reservoirs System untuk Fasilitas Keagamaan Terdampak Bencana Banjir sebagai Solusi Pemenuhan Sumber Air bagi Masyarakat di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Universitas Samudra melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Tahun 2026 melaksanakan kegiatan berjudul PKM Penerapan Teknologi Smart Water Reservoirs System untuk fasilitas keagamaan terdampak bencana banjir sebagai solusi pemenuhan sumber air bagi masyarakat di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini diketuai Khairul Muttaqin, S.ST., M.Kom bersama mahasiswa Intan Fadila, Sabrina Armantavia Rafidah, dan Alya Salsabila yang dilaksanakan di Mitra Meunasah yang dipimpin Wilda Mukhlis, S.H.I di Dusun Keude Meuku, Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed.

Khairul Muttaqin menjelaskan, banjir yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan terganggunya ketersediaan sumber air bersih, terutama pada fasilitas keagamaan yang menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat.

“Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan air secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” sebutnya.

Melalui program ini, lanjutnya, tim menyerahkan sekaligus memasang perangkat Smart Water Reservoirs System, yaitu sistem penampungan air cerdas yang dirancang untuk mengelola cadangan air secara efisien.

“Teknologi ini dilengkapi mekanisme pengaturan distribusi dan pemantauan kapasitas air, sehingga pemanfaatannya dapat dikontrol sesuai kebutuhan masyarakat,” urainya lagi.

Selain instalasi alat, tim juga memberikan bimbingan teknis kepada pengurus meunasah mengenai tata cara pengoperasian dan perawatan sistem. Pendekatan ini dilakukan agar pengelolaan sumber air tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang, terutama saat menghadapi kondisi darurat serupa.

Menurut Khairul Muttaqin, penerapan teknologi penampungan air berbasis sistem cerdas merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Ketersediaan air yang terjamin akan mendukung kelancaran aktivitas ibadah sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga sekitar.

Mitra Meunasah, Wilda Mukhlis, S.H.I menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Samudra yang telah memberikan solusi nyata bagi masyarakat Dusun Keude Meuku.

Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan air pascabanjir, sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas keagamaan dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

“Melalui PKM Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026, Universitas Samudra terus memperkuat peran akademisi dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui inovasi teknologi yang adaptif dan tepat guna,” imbuh Wilda Mukhlis.(Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |