50 Mahasiswa STIES Jalani Program Mahasiswa Berdampak di Pidie Jaya

3 hours ago 2
AcehPendidikan

19 April 202619 April 2026

50 Mahasiswa STIES Jalani Program Mahasiswa Berdampak di Pidie Jaya

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Sedikitnya 50 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi sukses menuntaskan program Mahasiswa Berdampak yang didanai oleh Kementerian Dikti Saintek di Meunasah Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Program pengabdian masyarakat ini berlangsung selama hampir tiga pekan, dari 7 hingga 26 Februari 2026. Selama pelaksanaan kegiatan Mahasiswa Berdampak, mahasiswa terjun langsung ke lapangan dan melaksanakan sejumlah kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Ketua Program Mahasiswa Berdampak STIES Banda Aceh, Yusra MBA PhD, dalam keterangannya Sabtu (18/4), menyatakan mahasiswa telah menyelesaikan sejumlah kegiatan, di antaranya pembersihan lumpur di area balai pengajian setempat, serta pengumpulan dan pemilahan sampah di lingkungan perumahan warga.

Pihaknya juga menyerahkan enam unit insinerator mini dan enam unit tempat pemilah sampah yang ditempatkan di kawasan hunian sementara. Insinerator dan tempat pemilahan sampah ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Di samping itu, Yusra menambahkan, mahasiswa juga memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dengan kegiatan pengajian Al-Qur’an bersama anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti kopiah, Al-Qur’an, kurma, dan makanan keumamah kepada kepala desa untuk dibagikan kepada warga. Sumbangan tersebut berasal dari sejumlah donatur.

Ditambahkannya, selama berada di Meunasah Geunteng, mahasiswa juga mendapatkan sambutan dan kerja sama yang baik dari pemerintah dan warga desa setempat. “Kegiatan ini berakhir pada 26 Februari lalu, dan seluruh mahasiswa telah dipulangkan dari lokasi kegiatan serta kembali ke rumah masing-masing,” kata dia.

Prosesi pelepasan mahasiswa dari lokasi pada 26 Februari 2026 berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Geunteng, Usman, didampingi Sekretaris Desa beserta seluruh aparatur gampong. Keuchik Usman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta kontribusi mahasiswa STIES Banda Aceh selama berada di Geunteng.

Yusra menambahkan, masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di Meunasah Geunteng. “Kami ingin melanjutkan berbagai program pengabdian lainnya di Gampong Geunteng, karena melihat adanya prospek kerja sama yang baik dengan pemerintah gampong dan sambutan warga yang cukup positif,” paparnya, didampingi anggota tim Ferdi Nazirun Sijabat, Ainul Ridha, serta ketua tim mahasiswa STIES, Ferno Jely.(id64)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |