Perempuan Balee Panah Terdampak Banjir Ikuti Optimalisasi Home Industry

6 hours ago 2
Aceh

19 April 202619 April 2026

Perempuan Balee Panah Terdampak Banjir Ikuti Optimalisasi Home Industry Sejumlah remaja putri di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, mulai bangkit pascabanjir, melalui Program Optimalisasi Home Industry.Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BIREUEN (Waspada.id): Sejumlah perempuan dan remaja terdampak banjir dari Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen, mengikuti Program Optimalisasi Home Industry.

Program Women Recovery Project ini diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Direktorat Jenderal Ristet dan Pengembangan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) yang diketuai oleh Dr. Azhari, S.E., M.Si, Ak,CA, Asean CPA merupakan salah satu lembaga di Aceh yang mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan Program tersebut.

Kegiatan belajar dari ini menghadirkan tim dosen dari UNIKI yang diketuai Murni, S.E., M.Si dengan anggota tim, Cut Fadhillah, S.Kom., M.Kom dan Emalia Ariska, S.E., M.M. Selain itu juga melibatkan mahasiswa dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, dengan berbagai bidang baik akuntansi, manajemen, seni, informatika, dan Bahasa Aceh.

Murni kepada wartawan, Minggu (19/4) menjelaskan, program ini menyasar kelompok remaja putri dan ibu-ibu PKK. Mereka sebagai motor penggerak ekonomi keluarga pascabencana. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Desa Balee Panah yang dipimpin Muntazar, S.E., M.M.

Terdampak Banjir 2025

Desa Balee Panah merupakan salah satu desa yang terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu. Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha terpaksa menghentikan aktivitas usahanya akibat rusaknya tempat usaha, hilangnya peralatan, serta terputusnya akses distribusi.

Ia juga mengungkapkan, perempuan dan remaja merupakan kelompok yang paling merasakan dampak berlapis akibat bencana tersebut. Selain kehilangan sumber penghasilan, mereka juga menghadapi tekanan psikologis akibat ketidakpastian masa depan.

Sebagian remaja yang sebelumnya aktif dan produktif kini kehilangan kegiatan, sementara para ibu rumah tangga kehilangan peluang usaha yang selama ini menopang ekonomi keluarga. Kondisi ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan memperparah kemiskinan apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

“Di tengah keterbatasan, sejumlah inisiatif pemberdayaan terintegrasi yang mengombinasikan pelatihan produksi, penerapan teknologi tepat guna, manajemen usaha dan penguatan motivasi agar remaja dan ibu-ibu rumah tangga mampu berperan aktif dalam pemulihan ekonomi masyarakt mulai dilakukan, salah satunya adalah Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemulihan Dampak Bencana,” paparnya.

Program ini menghadirkan integrasi antara keterampilan, manajemen dan penerapan teknologi yang berfokus pada ekonomi kreatif (home industry), melalui pelatihan keterampilan menjahit dan pengolahan pangan. Masyarakat dibekali kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan.

Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, peserta terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pelatihan manajemen usaha, seperti pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, hingga pemasaran berbasis digital. Program ini didukung oleh penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat dalam rangka efektifitas dan efisiensi produksi.

“Adapun berbagai teknologi yang diterapkan adalah teknologi produksi pakaian yaitu mesin jahit portable, sedangkan untuk teknologi produksi pengolahan pangan berupa alat pemanggang kue (oven), mixer kue, dan alat penggiling daging (chopper),” jelas Murni.

Kegiatan berlangsung selama 30 hari, mulai 28 Januari 2026, dengan melibatkan 160 JKEM mahasiswa. Program Women Recovery diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan mitra sasaran dalam pemulihan ekonomi pasca bencana.

Pendampingan dilakukan secara intensif agar usaha yang dirintis dapat berkelanjutan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri masyarakat, khususnya perempuan dan remaja, yang sempat terdampak secara psikologis akibat bencana. (Id71)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |