Akhirnya Ada Kabar Baik Buat Pengusaha Batu Bara RI

1 day ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara akhirnya menguat setelah hancur dua hari beruntun.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara kontrak Februari ditutup di US$ 107 per ton pada perdagangan Selasa (6/1/2025). Harga tersebut menguat 2,05%. Penguatan harga batu bara ini menjadi kabar baik setelah ambruk 1,4% dalam dua hari beruntun.

Harga batu bara membaik dibantu kabar dari China. Harga batu bara termal di pelabuhan utama di China utara relatif lebih tinggi karena aktivitas destocking (pengurangan stok oleh pedagang/utilitas) menjadikan persediaan lebih ketat.

Meskipun transaksi tetap rendah dan stok masih besar, beberapa pelaku pasar menahan stok menunggu permintaan musim dingin, yang mendorong penawaran harga tidak terus turun tajam.

Harga impor batu bara termal juga naik karena pasokan domestik ketat, kebutuhan utilitas meningkat musiman, dan biaya freigh yang kompetitif. Kesenjangan harga antara batu bara domestik dan impor membuat batubara impor kembali diminati.

Utilitas mulai membeli kembali stok batu bara untuk persiapan musim dingin sehingga mengurangi persediaan pelabuhan dan memberi tekanan pada harga.

Beberapa laporan juga menunjukkan harga batu bara termal masih rentan tekanan penurunan karena stok yang masih tinggi dan transaksi yang lemah di pasar spot, namun harga tidak jatuh lebih jauh karena pedagang mempertahankan harga dan stok.

Sentimen di pasar kokas metallurgical masih berhati-hati dan kondisi dasar permintaan-penawaran cukup lemah. Tekanan harga masih berlanjut turun setelah penyesuaian harga terakhir, mencerminkan kurangnya dorongan kuat dari sisi permintaan.

Sementara itu, Kolombia melaporkan kabar buruk. Ekspor curah batu bara dan kokas Kolombia (mencakup kokas coking, non-coking, serta kokas metalurgi) mencapai 48,64 juta ton pada 2025, turun 14% dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan luar negeri di tengah pasokan global yang melimpah. Brasil tetap menjadi pembeli terbesar dengan volume 5,11 juta ton, namun mencatatkan penurunan sekitar 8% secara tahunan.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |