Warga RI Berbondong-bondong Nabung Dolar AS, Ada Apa?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Tabungan valuta asing (valas) tercatat meningkat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dolar AS. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat dana pihak ketiga (DPK) valas tumbuh sebesar 3,73%.

Namun, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis Ferdinan D. Purba menyampaikan bahwa tren suku bunga pasar untuk simpanan valas justru terus menurun. Karena itu, tingkat bunga penjaminan (TBP) tabungan valas diputuskan tetap bertahan di level 2,00%.

"Dalam nominal memang ada kenaikan untuk DPK valas sebesar 3,73%. Meskipun ada kenaikan di nominal namun tren suku SBP-nya itu tadi kami sampaikan mengalami penurunan," papar Ferdinan saat Konferensi Pers Penetapan TBP LPS, di Kantor Pusat LPS, Pacific Century Place, dikutip Sabtu (24/1/2026).

LPS memandang tren penurunan suku bunga simpanan valas mencerminkan kondisi likuiditas valas perbankan masih memadai. Dengan demikian bank tidak perlu menawarkan bunga tinggi untuk menarik dana valas dari nasabah.

Ke depannya, LPS akan terus memantau pergerakan simpanan dan suku bunga valas, dalam rangka menjaga stabilitas sistem perbankan dan memastikan kebijakan penjaminan tetap sejalan dengan kondisi pasar.

Terpisah, Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya tidak dalam posisi dalam mengambil kebijakan terkait nilai tukar rupiah, namun selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Mengenai stance atau pertimbangan dari Bank Indonesia yang selalu berusaha untuk menstabilkan rupiah, setahu saya BI tidak menargetkan level tertentu tetapi BI selalu berusaha untuk mengurangi tingkat volatilitas dan pergerakan rupiah itu supaya lebih predictable," kata Anggito pada kesempatan yang sama.

Adapun nilai tukar rupiah dibuka menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (23/1/2026). Mengacu data Refinitiv, rupiah Garuda terapresiasi sebar 0,47% ke posisi Rp 16.800/US$.

Penguatan ini melanjutkan pergerakan positif sehari sebelumnya, ketika rupiah juga ditutup menguat cukup signifikan 0,30% di level Rp 16.880/US$.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |