Raksasa NATO Akui Iran Menang, Trump Kalah dan Dipermalukan

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS), dengan menilai Washington kini berada dalam posisi lemah di hadapan Iran. Ia bahkan menyebut Negeri Paman Sam "dipermalukan" oleh strategi diplomasi Teheran yang dinilai lebih lihai.

Mengutip The Guardian, Merz menyampaikan pandangannya saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg. Ia menilai pemerintahan Presiden Donald Trump gagal mengimbangi taktik negosiasi Iran yang cenderung berlarut-larut tanpa hasil.

"Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika datang dan pergi tanpa hasil apapun," ujar Merz.

Menurutnya, kebuntuan diplomasi ini menjadi pukulan telak bagi reputasi global AS. Ia juga menyoroti peran Pengawal Revolusi Iran yang dianggap menjadi aktor kunci di balik kerasnya sikap Teheran.

"Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin," tegasnya.

Pernyataan Merz muncul setelah Trump membatalkan rencana perjalanan tim negosiator AS ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Iran. Padahal, dua pekan sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance telah lebih dulu memimpin delegasi ke Pakistan, namun tidak menghasilkan kemajuan berarti.

Di sisi lain, Trump sempat mengklaim posisi AS jauh lebih kuat dibanding Iran. Ia bahkan menyebut Teheran yang seharusnya mengambil inisiatif untuk membuka komunikasi.

"Kami memegang semua kartu. Jika Teheran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Namun, sinyal berbeda justru datang dari Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa tekanan ekonomi dari AS tidak melemahkan negaranya. Ia bahkan menyebut dunia kini mulai melihat kekuatan Iran yang sesungguhnya.

"Dunia kini telah menyadari kekuatan sejati Iran. Telah menjadi jelas bahwa Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, solid, dan kuat," ujar Araghchi.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |