Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian melepas para Praja IPDN untuk membantu pembersihan kantor Pemerintahan di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang, Senin (5/1).(Waspada.id/Yusri)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TAMIANG (Waspada.id): Ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melakukan pembersihan lumpur banjir bandang di kantor – kantor dinas dilingkungan Pemerintahan Aceh Tamiang.
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Meprjanteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melepas para Praja IPDN melalui apel yang berlangsung Senin (5/1) di depan Kanyor PUPR Aceh Tamiang.
Kehadiran Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pasca bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Dalam apel tersebut juga turut dihadiri, Wamendagri Bima Arya Sugiarto; Dirjen Administrasi Wilayah Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah SE, Danrem 011/Lilawangsa, Ali Imran, dan sejumlah setingkat pejabat dijajaran Kemendagri, juga jajaran Kementerian UMKM dan jajaran Menteri Kesehatan.
Mendagri Tito dalam kesempatan itu menjelaskan, ribuan praja IPDN ini telah berada di Aceh Tamiang sejak Minggu 4 Januari 2026. Keberangkatan terbagi dalam tiga kloter dengan total 1.132 orang pada hari yang berbeda.
Praja IPDN itu terdiri dari 863 praja dan sisanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka akan bertugas selama satu bulan, mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.
Tito mengungkapkan, berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Kantor bupati dan kantor perangkat daerah lainnya masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum berjalan maksimal.
Menurutnya, pemulihan pemerintahan menjadi indikator utama kebangkitan daerah pasca bencana. Sebab, pemerintahan yang pulih akan menguatkan koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik. Indikator penting lainnya adalah pulihnya ekonomi yang ditandai dengan hidupnya pertokoan, pasar, dan sektor sejenis.
“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan, karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya,” kata Tito dalam acara apel pelepasan relawan IPDN di Perempatan.
Oleh karena itu, praja IPDN akan fokus membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar pemerintahan dapat berjalan normal. Setelah kantor pemerintahan berfungsi, para praja akan diarahkan untuk membersihkan fasilitas lainnya, seperti pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.
“Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasnya biar masuk. Karena kantornya masih berlumpur bagaimana mau masuk, lumpur semua.
Tito juga mengingatkan para Praja agar mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kondisi di lapangan masih dipenuhi lumpur dan debu. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah setempat.
“Yang penting saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal. Karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu. Bukan membuat mereka tambah sulit,” pesannya.
Selain itu, Tito juga menyampaikan ada kemungkinan para praja IPDN akan dikerahkan ke daerah lain di Aceh yang juga memerlukan bantuan.
“Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser, bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur,” ujarnya seraya menambahkan, tidak semua praja bisa datang kemari (Aceh) hanya mereka yang terpilih saja berbakti kemari.(id76)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































