Tim PKM Dosen Unsam Hadirkan Sistem Distribusi Logistik Inklusif di Desa Pahlawan Manyak Payed Tamiang

5 hours ago 2
Aceh

Tim PKM Dosen Unsam Hadirkan Sistem Distribusi Logistik Inklusif di Desa Pahlawan Manyak Payed Tamiang PKM dosen Universitas Samudra kembali melakukan program bertajuk Penerapan Sistem Distribusi Logistik Inklusif untuk Respon Bencana Banjir di Desa Pahlawan Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MANYAK PAYED (Waspada.id): Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen Universitas Samudra kembali melakukan program bertajuk Penerapan Sistem Distribusi Logistik Inklusif untuk Respon Bencana Banjir di Desa Pahlawan Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di kawasan tersebut.

Tim dosen menghadirkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan saat banjir melanda diketuai dosen Universitas Samudra, Syardiansah, S.T., M.M dengan mitra kegiatan Rusli, S.Kom, selaku Geuchik Desa Pahlawan.

“Kegiatan tersebut didanai oleh DIPA LPPM Universitas Samudra sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan ketahanan masyarakat di wilayah pesisir Aceh Tamiang,” sebut dosen Universitas Samudra, Syardiansah, S.T., M.M kepada wartawan, Senin (09/03/2026).

Dijelaskannya, Desa Pahlawan yang berada di Kecamatan Manyak Payed merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir musiman.

“Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat saat bencana terjadi adalah distribusi logistik yang belum terkoordinasi secara optimal dan belum sepenuhnya menjangkau kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” sebutnya.

Melalui program ini, tim PKM memperkenalkan sistem distribusi logistik yang berbasis data dan prinsip inklusivitas. Kegiatan diawali dengan pemetaan kebutuhan warga, pendataan kelompok rentan, serta penyusunan mekanisme distribusi yang transparan dan terstruktur.

Selain itu, dilakukan pelatihan kepada aparatur desa dan relawan mengenai manajemen logistik darurat, pencatatan bantuan, serta penggunaan sistem pendataan sederhana yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan.

Syardiansah, S.T., M.M yang juga Ketua Tim PKM menyampaikan, bahwa sistem distribusi yang inklusif sangat penting untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam situasi darurat.

“Kami ingin membangun mekanisme yang tidak hanya cepat, tetapi juga adil dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang paling rentan,” ujarnya.

Sementara itu, Geuchik Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Tamiang, Rusli, S.Kom, menyambut baik pelaksanaan program ini.

Ia menilai bahwa kehadiran tim PKM memberikan solusi nyata dan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menghadapi bencana banjir yang hampir terjadi setiap tahun.

“Dengan sistem yang lebih tertata, kami optimis penyaluran bantuan ke depan akan lebih efektif dan merata,” ungkapnya.

Ditambahkan Syardiansah, S.T., M.M, program ini juga mendorong terbentuknya tim logistik desa yang bertugas melakukan koordinasi saat terjadi bencana. Dengan adanya sistem yang telah disimulasikan dan diuji coba, Desa Pahlawan kini memiliki pedoman operasional yang lebih jelas dalam penanganan distribusi bantuan.

“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, diharapkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi akademisi dan aparatur desa mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.(id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |