TBM Ruman Aceh Buka Layanan Referensi Khusus Pojok Ke-Acehan

11 hours ago 1
Aceh

11 Januari 202611 Januari 2026

TBM Ruman Aceh Buka Layanan Referensi Khusus Pojok Ke-Acehan Relawan TBM Ruman Aceh mendata koleksi bacaan khusus untuk pojok Keacehan di Basecamp mereka di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Minggu (11/01/26).(Waspada.id/Ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di bawah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh membuka layanan Pojok Ke-Acehan di basecamp mereka yang berlokasi di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Hal tersebut diungkapkan Pendiri sekaligus Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif seusai pelakasanaan edisi ke 343 wisata buku gratis MIBARA (Minggu Baca Rame-rame) di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada Minggu (11/1/2026) siang.

“Pojok ke-Acehan tersebut berisi koleksi bacaan dari pustaka komunitas di basecamp kita perihal Aceh berupa buku, jurnal dan majalah. Baik karya asli warga Aceh maupun bukan, yang membincangkan perihal Aceh dalam berbagai perspektif dan lintas keilmuan,” ujar Arif.

Bahan bacaan tersebut, kata Arif , terhimpun setelah menyortir belasan lemari di ruang pustaka dan belasan kardus di gudang belakang selama dua bulan. Lantas, diinput oleh para relawan ke dalam data khusus Aceh Corner atau Pojok Keacehan.

“Ada dua hal yang melatarbelakangi inisiatif tersebut. Pertama, banyak pengunjung MIBARA maupun sahabat kita yang menanyakan bacaan keacehan. Kita jawab ada, tapi tidak tahu pasti posisinya di antara belasan lemari dengan beragam klasifikasi standar umum perpustakaan”, tutur Arif.

Kedua, lanjutnya, menjembatani asupan referensi terhadap bangkitnya kesadaran identitas keacehan yang terlihat dari para pengunjung MIBARA pada setiap edisi sejak dua tiga tahun terakhir. Terutama pasca pandemi Covid-19 lalu.

Pendiri dan Pembina TBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, menerima donasi enam buku dari Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, MA., guru besar UIN Ar-Raniry di sela-sela pelaksanan edisi 343 wisata buku gratis MIBARA di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (11/1/2026) pagi.(Waspada.id/Ist)

605 Judul, 807 Eksemplar

Untuk sementara, koleksi pojok keacehan TBM Ruman Aceh berisi 605 judul dengan total 805 eksemplar bahan bacaan. Termasuk di dalamnya terbitan lawas karya cendikiawan, intelektuan dan atau ulama Aceh masa lalu.

Koleksi bahan bacaan tersebut berasal dari sumbangan warga Aceh maupun non-Aceh serta koleksi pribadi pendiri Ruman Aceh. Ada yang diantar ke lapak MIBARA, ada pula yang diantar sendiri atau dikirim ke basecamp Ruman Aceh. Juga ada yang dijemput tim Ruman Aceh ke rumah penyumbangnya di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Pernah pula kita buka donasi khusus untuk membeli buku-buku keacehan kepada seorang penjual buku keacehan di Lhokseumawe sebelum Covid-19 melanda. Ada juga sahabat yang menitipkan dermanya dengan amanah dibelikan bacaan keacehan”, kata Arif.

Koleksi pojok keacehan tersebut dibuka secara umum di basecamp Ruman Aceh dan atau slapak MIBARA. Setiap pengunjung, selain gratis membaca di tempat, juga bisa meminjam secara gratis. Tidak ada syarat administraif apapun. Modalnya hanya kepercayaan, kejujuran dan bertanggungjawab.

Arif juga menginformasi, di sela-sela edisi 343 wisata buku gratis MIBARA, Pembina Ruman Aceh ini menerima hadiah dari Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, MA., berupa enam buku karyanya. (Id66)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |