Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berdialog via zoom dengan warga Aceh terdampak banjir. (Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjukkan perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh melalui dialog virtual via Zoom.
Dialog tersebut berlangsung setelah Megawati memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Sebelumnya, PDIP telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh untuk membantu warga terdampak.
Kapal yang namanya terinspirasi dari pahlawan perempuan asal Aceh tersebut membawa tim dokter, tenaga kesehatan, hingga sukarelawan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana).
Awalnya, Megawati berdialog dengan penanggung jawab tim di lapangan, yakni Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu dan tim dokter.
Megawati menanyakan kebutuhan mendesak yang harus segera dikirimkan dari Jakarta guna mempercepat pemulihan warga.
Dalam kesempatan tersebut, tim dokter melaporkan perlunya suplai susu untuk bayi usia 0-6 bulan dan makanan pendamping ASI.
Setelah koordinasi logistik, Sri Rahayu mempersilakan seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Megawati.
“Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih,” ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom, Minggu.
Muncul kemudian seorang ibu yang menggendong anak berusia satu tahun sembilan bulan di depan kamera.
“Assalamualaikum, Ibu Megawati,” sapa warga tersebut.
“Waalaikumsalam,” jawab Presiden kelima RI itu dengan hangat.
Ibu tersebut menyampaikan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di Kapal Laksamana Malahayati. “Terima kasih, Ibu Megawati. Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan mendapat hadiah dari ulang tahun PDIP,” ungkapnya.
Megawati lantas menanyakan jumlah anak warga tersebut. Ibu itu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak; yang sulung berusia 17 tahun dan yang bungsu berusia 21 bulan. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku sekolah menengah.
Mendengar hal itu, Megawati langsung menanyakan kondisi akses pendidikan pascabencana. “Maksud saya, apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah? Atau sekarang apakah sudah mulai bersekolah lagi?” tanya Megawati.
Ibu tersebut menjelaskan bahwa proses belajar mengajar belum kembali normal karena bangunan sekolah terdampak banjir. “Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar,” tuturnya.
Megawati pun berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan segera tuntas agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
“Insyaallah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu,” ujar Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut memberikan semangat.
Di akhir dialog, warga itu kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“Terima kasih. Sampai ketemu ya,” pungkas Megawati. (id10)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































