Pascabencana, Presiden Prabowo Dukung Pelaksanaan Meugang di Aceh

6 hours ago 1
Aceh

11 Januari 202611 Januari 2026

Pascabencana, Presiden Prabowo Dukung Pelaksanaan Meugang di Aceh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Dalam rapat tersebut, Tito menyampaikan rencana Presiden RI Prabowo Subianto memberikan bantuan sapi atau daging sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang menjelang Ramadan di Aceh.Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Aceh menyambut baik rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan bantuan khusus berupa sapi atau daging sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang menjelang bulan suci Ramadan di Aceh.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Pemerintah Aceh menilai kebijakan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi sosial, budaya, dan psikologis masyarakat Aceh, khususnya di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai pentingnya tradisi Meugang bagi masyarakat Aceh. Tradisi tersebut bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol kebersamaan, solidaritas sosial, dan kepedulian antarsesama menjelang Ramadan.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa selain fokus pada rehabilitasi infrastruktur, rumah ibadah, dan permukiman warga terdampak bencana, pemerintah pusat juga memberi perhatian pada pemulihan sosial serta kearifan lokal masyarakat Aceh.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, menyebut dukungan Presiden Prabowo sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh, khususnya warga yang terdampak bencana.

“Langkah ini sangat berarti agar masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi Meugang dengan penuh makna, meski berada dalam kondisi pemulihan pascabencana,” ujar Nasir.

Tradisi Meugang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilaksanakan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga serta warga sekitar menjelang Ramadan. Tradisi ini telah lama menjadi perekat sosial dan cerminan nilai gotong royong serta rasa syukur masyarakat Aceh.

Pemerintah Aceh berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin kuat, tidak hanya dalam pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga dalam menjaga dan memperkuat nilai sosial serta budaya masyarakat Aceh. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |