Sejumlah warga sedang melintasi air dan lumpur di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (11/1) sore. Waspada.id/Muhammad Hanafiah
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUALASIMPANG (Waspada.id): Pasca banjir Aceh Tamiang November 2025, sampai saat ini sudah hampir dua bulan lamanya Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang masih dikurung banjir, gudang lumpur dan sampah yang menggunung di kampung (desa) tersebut.
Pantauan Waspada.id, Minggu (11/1), air masih menggenangi badan jalan utama dan sejumlah gang yang ada di Kampung Kota Lintang.
Air, lumpur dan sampah masih menumpuk di badan Jalan Utama Kota Lintang, Gang Bakti, Gang Asia, Gang Pabrik Kulit (Gang Samping Masjid Kota Lintang), Gang Jawa, Gang Gabungan, Gang Sakdah, Gang Kelapa Cabang Lima dan sejumlah lokasi lainnya di kampung tersebut.
Warga di kampung ini juga kesulitan membuang lumpur yang ada di halaman dan dalam rumah karena situasi dan kondisi rumah letaknya lebih rendah dari jalan utama. Bahkan, warga yang berdomisili di kawasan Kang Kingkong, Gang Asia, Gang Sakdah posisinya jauh lebih rendah dari Jalan Utama dan drainase yang ada di tepi jalan utama. Akibatnya air tidak mengalir dan lumpur yang sangat dalam setinggi lutut dan paha orang dewasa masih berada di dalam rumah belum bisa dibuang.
Warga sedang mendorong keretanya (sepeda motor) ketika melintasi genangi air dan lumpur campur sampah yang masih menggunung di Jalan Utama Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (11/1) sore. Waspada.id/Muhammad HanafiahPemandangan yang sama juga terlihat di Gang Pabrik Kulit, Gang Jawa, Gang Gabungan dan sejumlah lokasi lainnya yang padat rumah warga masih digenangi sendimen lumpur yang dibawa arus air banjir Aceh Tamiang yang terjadi jelang akhir November 2025.
Bahkan, jalan menuju rumah Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon masih digenangi lumpur dan warga sekitar rumah ketua DPRK Aceh Tamiang itu juga tidak berdaya untuk menyingkirkan lumpur yang mengendap di halaman dan dalam rumah warga.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon ketika dihubungi Waspada.id melalui telepon, Minggu (11/1) malam, mengatakan dirinya sudah pernah menghubungi pihak Dinas PU dan PR Jabupaten Aceh Tamiang agar membereskan penderitaan dan persoalan yang dihadapi masyarakat Kampung Kota Lintang.
Menurut Fadlon, memang beberapa hari yang lalu ada didatangkan alat berat ekskavator (beko) untuk membersihkan sampah dan lumpur, tetapi belum selesi persoalan yang dihadapi masyarakat, malah alat berat sudah tidak nampak lagi untuk menuntaskan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kota Lintang masih digenangi air, masih banyak sampah dan masih banyak lumpur di rumah masyarakat, seharusnya didatangkanlah alat berat untuk bekerja membereskan lumpur yang ada di jalan utama dan jalan gang yang ada di kampung ini,” ungkap Fadlon.
Paling tidak, imbuh Fadlon, pihak Dinas PU dan PR Kabupaten Aceh Tamiang dan pihak lainnya mendatangkan alat berat ukuran kecil untuk masuk ke seluruh gang yang ada di kampung ini untuk membuang sampah dan lumpur, sekaligus membuat jalan air supaya bisa mengalir.
“Rakyat sangat susah menghadapi situasi dan kondisi pasca banjir Aceh Tamiang, hampir dua bulan lamanya kondisi di Kampung Kota Lintang masih seperti ini,” pungkas Fadlon.
Sejumlah rumah warga di Gang Bakti ( Gang Kingkong), Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang tidak berdaya karena jalan dan rumah masih digenangi air dan lumpur. Belum ada seorang pun warga yang bisa membersihkan lumpur di halaman dan di dalam rumah mereka yang dalamnya diperkirakan mencapai hampir 80 cm-90 cm, Minggu (11/1) sore. Waspada.id/Muhammad HanafiahBerdasarkan pantauan Waspada.id, Kampung Kota Lintang termasuk yang paling parah dilanda banjir Aceh Tamiang 2025. Di Kampung Kota Lintang bagian bawah hampir semua rumah warga hanyut dan hancur akibat terjadinya banjir bercampur lumpur dan kayu gelondongan. Hanya beberapa rumah warga yang tersisa masih bisa ditempati, sehingga warga tinggal di tenda pengungsian.
Sedangkan di Kampung Kota Lintang bagian atas, badan jalan masih digenangi air, lumpur dan sampah, sehingga warga benar-benar sangat menderita sampai saat ini.(id93)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































