Purbaya: Rupiah Jeblok Bukan Salah Fiskal!

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan karena kondisi fiskal RI.

Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.405/US$ pada perdagangan hari Rabu (6/5/2026). Sementara pada awal tahun 2026, rupiah masih bergerak di level Rp 16.500-Rp 16.700/US$.

Menurut Purbaya, kebijakan-kebijakan fiskal yang ditempuh oleh pemerintah justru mendorong pertumbuhan. Salah satunya, memindahkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 300 triliun ke perbankan milik negara atau Himbara.

Hal ini terlihat dari data pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang berada pada level 5,61%.

"Kamu tau kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? kita manage uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash aja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?," ujarnya.

Purbaya menekankan, kebijakan fiskal yang ditempuhnya bahkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa menambah pengeluaran. Sehingga anggaran tetap utuh.

"Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya," tambahnya.

"Jadi yang (bilang) kebijakan fiskal kita aneh, dia ga mengerti apa yang kita kerjakan. Saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok," ujarnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |