Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, memastikan pemerintah akan mengucurkan anggaran hingga Rp40 miliar untuk membangun kembali pembibitan kopi di Aceh, menyusul kerusakan akibat bencana yang melanda wilayah Gayo Lues, Aceh pada November 2025 lalu.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran pelaku industri kopi terhadap terganggunya produksi kopi Arabika lokal yang sempat terdampak bencana tersebut.
Amran mengatakan, pemerintah telah bergerak cepat dengan menjalin kerja sama dengan pihak universitas, untuk mempercepat pemulihan sektor kopi di daerah tersebut.
"Aku sudah ketemu tadi dengan Rektor, datang pagi-pagi dengan Pak Dirjen. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah (Universitas Syiah Kuala). Nah, itu kita kerja sama bangun pembibitan bersama-sama bangun kembali," kata Amran saat ditemui usai pertemuan dengan BEM se-Indonesia di kediamannya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
"Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp30-40 miliar," sambungnya.
Kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tersebut diharapkan mampu mempercepat penyediaan bibit unggul, serta memulihkan produksi kopi Gayo yang selama ini menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia.
Adapun kerja sama ini sejalan dengan adanya keluhan dari asosiasi kopi, yang mana disebut-sebut bencana banjir beberapa waktu lalu telah berdampak pada produksi kopi Arabika lokal, dan berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar.
Dengan adanya program pembibitan ini, pemerintah menargetkan pemulihan produksi bisa berjalan lebih cepat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga kopi nasional.
(wur)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































