Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada tahun ini. Hal ini diungkapkan dirinya setelah pengumuman kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini sesuai dengan proyeksi Purbaya yang dipatok di kisaran 5,5%-5,7%.
Bahkan, Purbaya percaya diri target pertumbuhan yang dicantumkan di dalam APBN tahun 2026. Dalam asumsi makro di APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%.
"Kita akan dorong target... APBN kan 5,4% kan, tapi kan kita akan dorong ke arah 6% sampai akhir tahun. Kalau ngelihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil kan. Sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat," katanya kepada pewarta, Rabu (6/5/2026).
Adapun, program-program unggulan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih. Meskipun masih baru, Purbaya optimistis program ini akan memberikan dampak ekonomi dengan cepat.
"Koperasi Merah Putih kan masih baru, koperasi desa nelayan masih baru, ada beberapa program yang masih baru jalan. Itu harusnya akan makin ke depan, makin efektif," paparnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) bagi pembelian kendaraan listrik, dengan rincian 100.000 motor listrik dan 100.000 mobil listrik. Insentif ini, katanya, ditargetkan meluncur pada Juni 2026.
"PPN DTP itu ada yang 100%, ada yang 40%, nanti masih didiskusikan skemanya. Itu utamanya EV ya, bukan hybrid," kata Purbaya.
(haa/haa)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































