Tanda Kiamat Makin Dekat Bertebaran di Udara

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Polusi mikroplastik ternyata tak hanya menyebabkan masalah kesehatan. Serpihan mikro sampah plastik juga membuat Bumi makin panas.

Dalam karya ilmiah yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change, peneliti menemukan bahwa mikroplastik di atmosfer menyerap lebih banyak sinar matahari dibanding yang dipantulkan kembali.

Artinya, mikroplastik ikut berperan dalam meningkatkan suhu Bumi atau pemanasan global. Meskipun dampaknya tidak sebesar gas rumah kaca, efek mikroplastik dinilai cukup signifikan.

"Kami bisa pastikan bahwa mereka berdampak ke pemanasan. Bagi saya ini adalah perkembangan besar," kata Drew Shindell dari Duke University kepada The Washington Post. 

Sebelumnya, dampak mikroplastik ke perubahan iklim tak terlalu banyak disorot. Model perubahan iklim yang banyak dijadikan acuan saat ini juga tidak memperhitungkan mikroplastik, begitu juga dampak mikroplastik ke lingkungan dan kesehatan manusia.

Penelitian di Universitas Fudan di China fokus ke salah satu aspek dari mikroplastik yang tak diperhitungkan sebelumnya, yaitu warna. Warna menentukan kemampuan material menyerap dan memantulkan cahaya, berikut panasnya.

Dalam eksperimen, peneliti menguji panas yang diserap oleh mikroplastik dengan warga yang berbeda sebagai simulasi kondisi di atmosfer. Hasilnya, mikroplasti menyerap panas hingga seperenam karbon hitam. Mikroplastik berwarna hitam, kuning, biru, dan merah menyerap lebih banyak panas dibanding yang berwarna putih.

Menurut Shindell, polusi mikroplastik selama 1 tahun menyebabkan panas setara dengan 200 PLTU dalam periode yang sama. Kondisi ini belum memperhitungkan decay partikel dengan berjalannya waktu.

"Masih banyak yang harus dipelajari tentang ini di atmosfer dan distribusinya, secara horizontal atau vertikal," kata Shindell.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |