PIP Murid TK Mulai Tahun Ini, Sasar 888 Ribu Anak di Seluruh Indonesia

3 hours ago 2
Pendidikan

11 Februari 202611 Februari 2026

PIP Murid TK Mulai Tahun Ini, Sasar 888 Ribu Anak di Seluruh Indonesia Program Indonesia Pintar (PIP) untuk murid Taman Kanak-kanak (TK) mulai 2026 akan menyasar 888 ribu murid di seluruh Indonesia dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun.

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

DEPOK (Waspada.id): Program Indonesia Pintar (PIP) untuk murid Taman Kanak-kanak (TK) mulai 2026 akan menyasar 888 ribu murid di seluruh Indonesia dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan akses pendidikan sejak usia dini.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di PPSDM Kemdikdasmen, Depok, Jawa Barat, berlangsung 9-11 Februari 2026.

“Khusus untuk penguatan Wajib Belajar 13 Tahun, kami secara bertahap membangun minimal satu TK di setiap desa. Mulai 2026, PIP untuk murid TK sebesar Rp450 ribu per tahun akan diberikan kepada 888 ribu murid di seluruh Indonesia,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Kebijakan ini menjadi landasan penguatan pemanfaatan PIP di berbagai daerah guna memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan.

Pengawalan Hingga Tingkat Desa

Di Kabupaten Indramayu, pengawalan PIP dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintahan hingga tingkat desa. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, Caridin, mengatakan pihaknya aktif menindaklanjuti laporan masyarakat agar bantuan tepat sasaran.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa. Jika ada laporan, guru dan operator sekolah turun langsung memverifikasi kelayakan penerima berdasarkan data desa,” ujarnya.

Menurut Caridin, PIP membantu keluarga memenuhi kebutuhan sekolah sehingga keberlanjutan pendidikan anak tetap terjaga.
Hal serupa dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, menyebut pendampingan orang tua menjadi kunci pemanfaatan dana yang tepat.

“Setiap menjelang pencairan, orang tua dikumpulkan dan diberikan pemahaman bahwa dana PIP adalah untuk kebutuhan belajar anak,” katanya.

Tasikmalaya masih menghadapi tantangan pada rata-rata lama sekolah. Karena itu, validasi dan pemutakhiran data penerima terus diperkuat agar cakupan manfaat semakin luas.

Dorong Percaya Diri
dan Cegah Putus Sekolah

Di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pengawalan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, inspektorat, dan pemantau pendidikan.

“Kami melakukan pendampingan agar penetapan penerima benar-benar tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading.

Bantuan PIP dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar sekolah seperti sepatu, tas, dan alat tulis.

“Ketika kebutuhan terpenuhi, anak-anak tidak lagi minder. Kepercayaan diri dan semangat belajar meningkat,” tambahnya.

Dari sisi satuan pendidikan, Kepala SMA Swasta Mitra Inalum, Sumatera Utara, Mardimpu Sihombing, menilai PIP efektif menekan angka putus sekolah, khususnya di wilayah pesisir.

“PIP bukan sekadar bantuan finansial, tetapi mengubah paradigma siswa bahwa sekolah adalah prioritas. Kehadiran meningkat dan rasa percaya diri tumbuh,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan PIP tidak lepas dari sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah sehingga pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.


Melalui penguatan PIP dan perluasan sasaran hingga jenjang TK, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan sebagai fondasi Wajib Belajar 13 Tahun di seluruh Indonesia.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |