Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Peluncuran simbolis Alliance for Sustainable Mining Operations, sebuah aliansi yang berfokus pada empat pilar utama: pembangunan kapabilitas, adopsi teknologi, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan masyarakat.
JAKARTA, ( Waspada.id); 5 Februari 2026 – Lubrizol, bersama VKTR sebagai founding partner, menyelenggarakan dialog industri mengenai operasional pertambangan berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengenalan awal Alliance for Sustainable Mining Operations, sebuah inisiatif kolaboratif yang dipimpin oleh pelaku industri.
Dialog tersebut menghadirkan diskusi panel serta peluncuran sebuah Green Paper yang menguraikan area fokus utama dan peta jalan untuk mendorong praktik pertambangan berkelanjutan yang lebih terkoordinasi dan aplikatif. Green Paper ini diposisikan sebagai pemantik diskusi (conversation starter), yang diharapkan dapat menjadi referensi bersama bagi para pemangku kepentingan industri.
Sementara itu, Aliansi ini membuka ruang bagi masukan dari mitra industri lainnya serta mendorong partisipasi yang lebih luas untuk bersama-sama membentuk arah pengembangannya ke depan.
Sektor pertambangan Indonesia memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional serta rantai pasok global. Seiring dengan peran tersebut, perhatian terhadap kinerja lingkungan, efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan dampak terhadap masyarakat menjadi semakin penting.
Meski berbagai kebijakan dan komitmen industri telah tersedia, tantangan utama masih terletak pada penerjemahan komitmen tersebut ke dalam implementasi nyata di lapangan, terutama di tengah beragam kondisi operasional pertambangan.
Menjawab tantangan tersebut, Lubrizol dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebagai founding partners menginisiasi Soft Launch Alliance & Dialogue for Sustainable Mining Operations sebagai platform dialog yang dipimpin oleh industri. Forum ini dirancang untuk mendorong diskusi konstruktif mengenai penguatan praktik pertambangan berkelanjutan, dengan melibatkan perwakilan pemerintah dan pelaku industri.
Henry Liu, Vice President Asia Pacific Lubrizol, menyampaikan bahwa tantangan keberlanjutan dalam sektor pertambangan bersifat kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Pertambangan berkelanjutan menghadirkan tantangan operasional, lingkungan, dan sosial yang saling terkait. Dialog dan Aliansi ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi industri untuk menyelaraskan perspektif, menghimpun keahlian lintas pemangku kepentingan, serta mendukung terciptanya ekosistem pertambangan yang lebih terintegrasi dan efisien dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi landasan bagi kolaborasi jangka panjang melalui pembentukan Alliance for Sustainable Mining Operations. Aliansi ini akan memfokuskan kegiatannya pada empat pilar utama, yaitu:
Pembangunan kapabilitas, termasuk dukungan terhadap adopsi energi yang lebih bersih dalam operasional pertambangan, seperti penggunaan biodiesel;
Adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan pada peralatan dan mesin berat;
Peningkatan infrastruktur melalui pemanfaatan ilmu material maju guna meningkatkan efisiensi dalam proses kimia, pengolahan air, dan manajemen bahan kimia; serta
Pengembangan masyarakat, dengan penekanan pada pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang terampil.
Ke depan, Aliansi akan terus berinteraksi dengan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat dijalankan, dengan mengacu pada hasil dialog serta peta jalan yang tertuang dalam Green Paper. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan inisiatif tersebut menghasilkan dampak nyata dan kemajuan yang berkelanjutan, melampaui kegiatan peluncuran.
Indah Permatasari Saugi, Chief of Corporate Affairs VKTR, menambahkan bahwa persepsi terhadap keberlanjutan dalam dunia usaha juga terus berkembang. “Selama ini, keberlanjutan kerap dipandang sebagai kewajiban tambahan. Kini, pandangan tersebut mulai berubah. Melalui Aliansi ini, terdapat peluang untuk mengintegrasikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis. Karena itu, partisipasi aktif pelaku industri menjadi kunci agar inisiatif keberlanjutan benar-benar praktis, efektif, dan selaras dengan realitas rantai nilai pertambangan,” ujarnya.(id12)

(kiri–kanan) Diskusi panel menghadirkan Paul Nai, Regional Business Director Lubrizol Southeast Asia Pte Ltd; Achmad Audrinazta, Vice President PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk; Shanti Shamdasani, President & Regional Chief Economist S. ASEAN International Advocacy & Consultancy; dan dimoderatori oleh Ben Lawson, Vice Chairman Djakarta Mining Club.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































