Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Naik 85% Sepanjang 2026

4 hours ago 10

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja pembiayaan emas meningkat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, produk pembiayaan emas Flexi Gold Bank Mega tumbuh lebih dari 85% dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram, atau meningkat lebih dari 35% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

Dari sisi strategi bisnis, peluncuran Flexi Gold merupakan bagian dari upaya Bank Mega Syariah dalam mendiversifikasi produk konsumer. Selain itu, Flexi Gold dirancang agar dapat dipasarkan secara luas ke seluruh segmen pasar.

"Flexi Gold merupakan solusi pembiayaan kepemilikan emas berbasis prinsip syariah yang memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berinvestasi secara lebih terencana dan bertahap. Dengan skema yang transparan dan sesuai prinsip syariah, produk ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman sekaligus bernilai jangka panjang," ungkap Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary dalam keterangannya, dikutip Senin (6/4/2026).

Kinerja positif Flexi Gold juga sejalan dengan tren pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik di awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tercatat tumbuh lebih dari 20% yoy.

Adapun Flexi Gold menggunakan akad Murabahah dan Rahn yang sesuai prinsip syariah, dengan pilihan agunan emas logam mulia beragam mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram. Selain itu, nasabah juga memperoleh berbagai keuntungan tambahan berupa gratis biaya cetak fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman, sehingga proses kepemilikan emas menjadi lebih praktis, aman, dan nyaman.

Sementara itu, pergerakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian para investor, khususnya masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) dan investasi jangka panjang.

Di tengah dinamika tersebut, Benadicto mengatakan Bank Mega Syariah melihat adanya peluang bagi nasabah untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yaitu membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.

"Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, melainkan juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang. Strategi buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi," ungkap Benadicto.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |