Pasokan Ikan di Aceh Masih Aman, Kenaikan Harga Dipicu Faktor Musiman

2 hours ago 1
AcehEkonomi

22 Januari 202622 Januari 2026

Pasokan Ikan di Aceh Masih Aman, Kenaikan Harga Dipicu Faktor Musiman Pedagang dan nelayan beraktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh, Kamis (22/1/2026). Meski harga ikan naik karena faktor cuaca dan musim, pasokan ikan di wilayah Aceh tetap stabil pascabencana. Waspada.id/Hulwa Dzakira

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh memastikan ketersediaan ikan sebagai salah satu komoditas pangan utama masih dalam kondisi aman, meski terjadi kenaikan harga di pasaran pada awal 2026. Kenaikan tersebut dinilai lebih dipengaruhi faktor musiman, bukan dampak langsung bencana hidrometeorologi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Aceh, Kariamansyah, mengatakan setiap akhir hingga awal tahun hasil tangkapan nelayan memang cenderung menurun akibat faktor cuaca dan kondisi alam.

“Setiap tahun pada Desember sampai Januari hasil tangkapan berkurang. Dampaknya, harga ikan naik dari kisaran Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram,” ujar Kariamansyah, Kamis (22/1/2026).

Meski harga mengalami kenaikan, Kariamansyah menegaskan pasokan ikan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh masih mencukupi dan belum menimbulkan tekanan serius terhadap stabilitas pangan daerah.

“Secara umum pasokan ikan masih aman dan mencukupi. Kenaikan harga ini belum mengganggu pasar dan tidak berdampak signifikan terhadap inflasi pangan,” katanya.

Ia menyebut sejumlah komoditas perikanan yang masih mendominasi pasokan pasar Aceh, antara lain tuna, tongkol, cakalang, layang biru, serta komoditas budidaya seperti udang vaname dan udang windu.

Kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh, Kamis (22/1/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira

“Produksi ikan-ikan tersebut relatif stabil, termasuk pasokan dari wilayah kepulauan yang terus masuk,” ujarnya.

Di sektor budidaya, Kariamansyah mengakui terdapat tambak udang vaname dan bandeng di wilayah terdampak bencana yang sempat mengalami gangguan produksi. Namun dampaknya dinilai belum signifikan terhadap ketersediaan pangan secara keseluruhan.

“Memang ada tambak yang sempat tidak berproduksi atau gagal panen, tapi skalanya belum sampai memengaruhi pasokan ikan di Aceh,” jelasnya.

Terkait hasil tangkapan laut, ia menyebut penurunan volume masih dalam batas normal dan merupakan pola tahunan.

“Hasil tangkapan menurun karena faktor alam, tapi itu rutin setiap tahun. Kenaikan harga juga masih tergolong wajar,” kata Kariamansyah.

Sementara itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan dipastikan dalam kondisi aman, sehingga aktivitas melaut tetap berjalan.

“Pasokan BBM untuk nelayan saat ini tidak ada kendala berarti. Kalau pun sempat terhambat sebelumnya, sifatnya hanya sementara,” tutupnya. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |