Peresmian jembatan bailey Berawang Gajah di Ketol, Aceh Tengah. dok. Posko PBBLA
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TENGAH (Waspada.id): Setelah hampir dua bulan terisolasi akibat banjir dan longsor, akses empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali terbuka. Jembatan bailey Berawang Gajah dinyatakan rampung dan resmi dapat dilalui pada Rabu (21/1/2026).
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan rampungnya jembatan tersebut menjadi langkah krusial dalam pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Dengan berfungsinya jembatan bailey Berawang Gajah, akses masyarakat kembali normal dan risiko keselamatan akibat penyeberangan darurat dapat diakhiri,” ujar Murthalamuddin.
Ia menjelaskan, empat kampung yang kembali terhubung yakni Kampung Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk. Selama jembatan putus, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan tali sling, termasuk saat membawa hasil pertanian dan kebutuhan pokok sehari-hari.
Murthalamuddin menegaskan, pembangunan jembatan bailey tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara personel TNI, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta masyarakat setempat.
“Ini menjadi bukti kerja bersama yang efektif dalam percepatan penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan dedikasi personel TNI yang berhasil membuka kembali keterisolasian wilayah di Kecamatan Ketol.
“Hari ini menjadi kebahagiaan bagi empat kampung karena jembatan darurat sudah bisa dilewati,” ujar Haili Yoga.
Ia berharap berfungsinya jembatan bailey Berawang Gajah dapat menjadi momentum pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Ketol yang sempat terhenti, serta mempercepat normalisasi kehidupan pascabencana di Aceh Tengah.
Namun di tengah kabar baik tersebut, Haili Yoga turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepulang menuntaskan pembangunan jembatan bailey Pelang.
Menurut Haili, almarhum merupakan sosok yang aktif memimpin misi kemanusiaan pascabencana dengan membangun jembatan bailey dan jembatan darurat di sejumlah titik di Aceh Tengah.
“Kami sangat berduka. Almarhum adalah sosok luar biasa yang bekerja keras untuk masyarakat. Semoga seluruh pengabdiannya menjadi amal ibadah,” tutup Haili Yoga. (Hulwa)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































