Pantai Mantak Tari, Waspada Menjaga Diri

6 hours ago 4

Pagi itu, angin laut berembus pelan namun pasti di Pantai Mantak Tari. Ia membawa nuansa sasra yang lembut, menyentuh wajah-wajah yang datang dengan harap melepas lelah, merayakan kebersamaan, dan menambatkan sejenak beban hidup pada cakrawala yang tidak bertepi.

Debur ombak terdengar seperti irama tua yang tak pernah usang. Datang, pecah, lalu kembali berulang tanpa jeda, seolah sedang bercerita tentang waktu yang tidak pernah berhenti. Di antara suara itu, terdengar riak kayu perahu nelayan yang bergesekan dengan air. Sebuah musik sederhana, namun penuh makna.

Di kejauhan, perahu-perahu pemancing tampak mengapung tenang. Ada yang diam, ada yang perlahan bergerak, mengikuti arah angin dan arus. Para nelayan berdiri tegak, menatap laut dengan kesabaran yang panjang. Bagi mereka, laut bukan sekadar pemandangan, melainkan kehidupan itu sendiri keras, tifak terduga, namun selalu memberi harapan.

Kapolres Pidie Jaka Mulyana berdialog dengan pengunjung saat meninjau aktivitas wisata di Pantai Mantak Tari, sekaligus mengimbau pentingnya keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai. Waspada.id/Muhammaf Riza

Langit perlahan berubah warna, dari biru pucat menjadi keemasan lembut. Cahaya pagi memantul di permukaan air, menciptakan kilau yang seolah menari di atas ombak. Anak-anak berlarian di tepian, tawa mereka berbaur dengan suara angin. Sementara itu, para orang tua duduk memandang laut, seakan membaca sesuatu yang hanya bisa dimengerti oleh hati yang tenang.

Namun laut tidak pernah sepenuhnya jinak. Di balik keindahannya, ada kekuatan yang tak terlihat. Ombak yang menggoda bisa berubah menjadi ancaman, arus yang tenang bisa menyimpan bahaya. Di titik inilah kesadaran menjadi batas antara kenangan indah dan penyesalan yang tidak diinginkan. Di tengah suasana itu, sosok Jaka Mulyana hadir tanpa jarak.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K. tidak hanya menyapa pengunjung, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keselamatan di kawasan wisata pantai.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang berkunjung agar tetap berhati-hati, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai. Keindahan laut harus dinikmati dengan kewaspadaan, karena potensi bahaya seperti ombak dan arus tetap ada,” ujar AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel serta sarana pendukung di lokasi wisata, termasuk perahu karet untuk patroli laut sebagai langkah antisipasi.

“Polres Pidie hadir untuk memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Kami juga mengingatkan agar pengunjung mematuhi arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

Di antara para pengunjung, suara warga pun menjadi bagian dari cerita pagi itu. Sulaiman, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya, mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran petugas.

“Kami merasa lebih aman. Anak-anak bisa bermain, tapi tetap diawasi. Kehadiran polisi di sini membuat kami lebih nyaman menikmati suasana pantai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ilham, pengunjung lainnya yang tengah menikmati debur ombak bersama rekan-rekannya. “Pantainya indah, suasananya juga tenang. Tapi memang harus hati-hati. Apalagi kalau ombak mulai besar. Bagus juga ada petugas yang siaga,” katanya.

Sementara itu, pengunjung lain, Rahmawati, yang datang dari luar daerah, mengaku terkesan dengan suasana alam dan pengamanan di lokasi wisata.

“Pemandangannya luar biasa, apalagi di pagi hari seperti ini. Anginnya sejuk, ombaknya indah. Yang paling penting, kami merasa aman karena ada petugas yang berjaga,” tuturnya.

Kapolres Pidie Jaka Mulyana menyapa dan berdialog dengan pedagang saat meninjau aktivitas masyarakat di kawasan Pantai Mantak Tari, sebagai bagian dari upaya memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama libur Lebaran. Waspada.id/ Muhammad Riza

Tidak jauh dari bibir pantai, perahu karet petugas tampak bersiaga, membelah gelombang kecil dengan tenang. Ia bukan sekadar alat, melainkan simbol kesiapsiagaan bahwa di tengah keindahan, selalu ada kewaspadaan yang menjaga.

Menjelang siang, aktivitas semakin ramai. Perahu-perahu nelayan bergerak kembali, sebagian menuju laut lepas, sebagian lagi kembali ke daratan membawa hasil tangkapan. Suara mesin perahu berpadu dengan angin dan ombak, menciptakan harmoni yang khas.

Di Pantai Mantak Tari, semuanya terasa hidup, angin yang berbisik, ombak yang berbicara, dan manusia yang belajar untuk mendengar.

Di tepi Pantai Mantak Tari, laut mengajarkan makna tentang rasa, Bahwa indah dan waspada harus berjalan bersama dalam jiwa yang senantiasa.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |