Paramount Land-MRT Jakarta Kembangkan Jalur Lintas Timur Barat Fase 2

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) bekerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pengembangan jalur MRT Lintas Timur Barat yang direncanakan menghubungkan Kembangan, Jakarta Barat dan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan sebagai dasar pelaksanaan kajian sebelum proyek pembangunan dijalankan, melalui koordinasi, diskusi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta, yang tidak mengikat secara komersial dan yang akan menjadi penentu arah kebijakan lanjutan pembangunan MRT Lintas Timur Barat Fase 2.

Tiga fokus kajian utama meliputi kajian kelembagaan, kajian keuangan, serta kajian teknis yang mencakup trase dan aspek pendukung lainnya. Proyek MRT rute Kembangan Balaraja ini direncanakan memiliki jalur sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo (Depo Balaraja), dengan tipe jalur konstruksi melayang (elevated). Proyek MRT ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan terkoneksi dengan proyek pengembangan Paramount Land, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menuturkan kerja sama PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan jalur MRT Lintas Timur Barat (ruas Kembangan Balaraja) disambut positif sebagai langkah strategis jangka panjang, tidak hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat konektivitas kawasan barat Jakarta dan Banten.

"Kehadiran moda transportasi MRT akan memberikan nilai tambah signifikan terhadap kawasan di sepanjang koridor Kembangan hingga Balaraja, khususnya seluruh proyek PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) di Kabupaten Tangerang," jelas Nawawi dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Nawawi juga mengatakan Paramount Land siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah dan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang selaras dengan visi pembangunan jangka panjang perusahaan.

"Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten," tambah dia.

Lebih lanjut Nawawi mengatakan, penjajakan kerja sama ini menjadi awal langkah baru dalam pengembangan proyek MRT rute Kembangan Balaraja, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam memberikan kemudahan akses transportasi, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemacetan dan polusi, serta menjadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota-kota lain di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan, penjajakan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong percepatan interkoneksi (interconnectivity) MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya. Bagi MRT Jakarta, ini merupakan bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, dan andal, serta berkelanjutan.

"Kami menyadari untuk mewujudkan hal tersebut, MRT Jakarta harus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Tuhiyat.

Lebih lanjut, Tuhiyat menyampaikan bahwa akan dibentuk joint working group dengan masa kerja dua tahun guna menyusun rencana kerja bersama, meliputi pengembangan jalur MRT Kembangan Balaraja, interkoneksi, dan integrasi kawasan di sepanjang koridor tersebut. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan, acara ini menjadi sejarah penting melalui kerja sama Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT.

"Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah, pengembang, dan MRT Jakarta, khususnya dalam aspek pembiayaan dan perencanaan proyek. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global," kata Pramono.

Sedangkan, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik dan mendukung penuh setiap upaya untuk mempercepat pembangunan serta pengembangan kawasan sekitar stasiun MRT di wilayah Tangerang Raya. Selain itu, dengan adanya MRT Lintas Timur Barat, diharapkan terjadi perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif ini dan mendukung serta meyakini sepenuhnya bahwa pembangunan transportasi massal yang terintegrasi adalah fondasi bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Andra.

Sebagai informasi, Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dilaksanakan oleh Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, serta pengembang lainnya pada Rabu, 4 Februari 2026 di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |