Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait Iran, menjadi bahasan serius dalam pertemuan tingkat tinggi Indonesia dan Jepang. Kedua negara menyatakan keprihatinan mendalam atas potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
CDA Kedubes Jepang Jakarta, Mitsuru Myochin, menekankan bahwa Selat Hormuz memiliki peran yang sangat vital bagi stabilitas ekonomi dunia. Gangguan di wilayah ini akan berdampak langsung pada rantai pasok energi global, termasuk ke Asia.
"Masalah Selat Hormuz adalah masalah besar karena banyak barang penting seperti minyak mentah dan LNG berasal dari Timur Tengah. Jika terganggu, perjalanan barang ke kawasan ASEAN dan Asia Timur akan terhambat," ujar Myochin di Jakarta, Kamis (23/04/2026).
Jepang dan Indonesia sepakat untuk mendorong deeskalasi situasi di Timur Tengah sesegera mungkin. Ketidakpastian di Iran dianggap sebagai ancaman nyata bagi kelancaran logistik energi yang melewati rute internasional tersebut.
Kedua pemimpin juga membahas posisi Jepang terkait isu-isu regional lainnya, termasuk Laut China Selatan dan Korea Utara. Fokus utama tetap pada penegakan supremasi hukum untuk menjaga perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
"Kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama secara erat menuju deeskalasi situasi yang dini. Sebagian besar waktu kedua pemimpin membahas isu internasional termasuk Iran ini," kata Myochin menegaskan pentingnya topik tersebut.
Ketergantungan Asia pada pasokan energi dari Timur Tengah membuat keamanan jalur laut menjadi harga mati bagi Jepang. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa kerja sama pertahanan maritim dengan Indonesia terus ditingkatkan.
Melalui komunikasi yang lebih erat antar menteri luar negeri, kedua negara berkomitmen memantau perkembangan di Timur Tengah secara berkala. Stabilitas di Selat Hormuz dinilai sebagai kunci kemakmuran ekonomi kawasan Asia-Pasifik.
"Jepang dan Indonesia ingin memastikan logistik dari Timur Tengah ke Asia berjalan lancar. Kedua pemimpin menyimpulkan untuk memiliki komunikasi yang lebih erat antara mereka sendiri serta antara menteri luar negeri," tutup Myochin.
(tps/tps)
Addsource on Google

5 hours ago
3
















































