MUI Padangsidimpuan Ingatkan Umat Islam Hindari Ria Saat Berinfaq Atau Bersedekah

5 hours ago 2
Sumut

11 Maret 202611 Maret 2026

MUI Padangsidimpuan Ingatkan Umat Islam Hindari Ria Saat Berinfaq Atau Bersedekah Ustadz H.Yasir Arafat Nasution, Lc, MA didampingi H. Naulin Sihotang, MA saat ceramah tentang infaq dan sedekah pada kajian Ramadhan di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Rabu (11/3/2026). Waspada.id/Mohot Lubis

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Melalui Kajian Ramadhan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan berikan edukasi agar memperbanyak infaq dan sedekah demi mendekatkan diri pada Allah serta mengingatkan umat Islam agar menghindari ria saya berinfaq atau bersekah.

“Pamer setelah berinfaq atau bersekah dengan tujuan membanggakan diri atau ingin dipuji masuk dalam kategori ria yang dapat merusak pahala infaq atau sedekah, maka hal ini harus dihindari,” kata ustadz H.Yasir Arafat Nasution, Lc, MA dalam ceramahnya pada Kajian Ramadhan hari ke-8 di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Rabu (11/3/2026).

“Namun jika ada orang yang berinfaq atau bersedekah dengan tujuan untuk menggugah atau memotivasi orang lain agar berinfaq atau bersedekah dengan mengupload di media sosial itu tidak masalah. ” Yang penting niatnya,” ucapnya.

H.Yasir Arafat Nasution, Lc, MA yang juga menjabat sebagai Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Padangsidimpuan menjelaskan, hal lain yang dapat merusak pahala infaq atau sedekah yakni menyakiti hati penerimanya.

Keutamaan dari berinfaq atau bersekah, ujar ustadz Yasir, yang pertama pahalanya berlipat-lipat hingga hari kiamat sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah yang artinya “Apabila manusia itu meninggal dunia, maka terputus sudah aliran pahala kecuali tiga perkara yakni sedekah di jalan Allah, ilmu yang diajarkan dan anak yang sholeh”.

Kemudian dapat memanjangkan umur, harta akan bertambah, mencegah kematian yang buruk, dapat menghapus dosa-dosa dan menjadikan orang yang rajin berinfaq dan bersedekah terhindar dari api neraka.

Ia menggambarkan, seadainya Allah SWT memberikan ganjaran langsung atas infaq atau sedekah yang ia berikan saat itu, maka umat akan berlomba-lomba untuk bersekah, tapi tujuannya bukan untuk mendapatkan pahala, melainkan agar uang atau hartanya bertambah saat itu juga.

Menurutnya, masih banyak umat yang tidak menyadari keutamaan dari infaq atau sedekah. “Karena rajin bersedekah, usaha atau urusan kita bisa lancar dan bisa jadi Allah jauhkan kita dari mara bahaya,” tuturnya.

Meskipun begitu banyak keuntungan dunia dan akhirat yang di dapatkan dari rajin berinfaq dan sedekah, tapi masih banyak orang yang tergolong pelit berinfaq atau sedekah. “Ketika kita tidak jadi berinfaq, padahal sudah diniatkan, maka kita telah kalah oleh bisikan setan,” tegasnya.

Gopar Purnomo, salah seorang peserta Kajian Ramadhan saat bertanya seputar infaq dan sedekah. Waspada.id/Mohot Lubis.

Menjawab pertanyaan peserta Kajian Ramadhan terkait dengan tetangga yang tergolong miskin tapi perilakunya kurang baik, apakah layak diberikan infaq, ustadz Yasir menegaskan, berikan kepada yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan ada sedekah yang bukan di jalan Allah, seperti meminta bantuan untuk acara hiburan (Keyboard).

Kajian Ramadhan hari ke delapan yang dimoderatori H. Nauli Sihotang, MA dihadiri Bendahara MUI Padangsidimpuan H. Rawadi Daulay bersama pengurus MUI, pegawai Kantor Camat Padang Sidempuan Hutaimbaru, Bagian Kesra Sekda Kota Padangsidimpuan dan masyarakat.(id46)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |