Laporan Mengejutkan! Harga Emas Diperkirakan Bakal Terus Menguat

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi tak terduga melanda dunia investasi emas. Dalam hal ini, harga emas cenderung naik, meski sempat turun.

Tak hanya itu, anomali fundamental komoditas emas turut mengguncang pasar per Februari 2026. Anomali ini berupa temuan data bahwa selama dua tahun beruntun (2024-2025), tidak ada penemuan cadangan emas besar. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern.

Dengan pasokan emas fisik terhambat proyek baru, sementara permintaan bank sentral dan ritel melonjak, akhirnya muncul pertanyaan, yakni seberapa tinggi harga emas bisa naik sebelum pasokan benar-benar habis?

Berdasarkan data pasar terbaru pekan ini, emas sedang berada dalam fase konsolidasi yang sangat kuat di level tinggi. Harga spot emas global bertahan di kisaran US$ 4.985 - US$ 5.111 per troy ounce. Para analis dari J.P. Morgan memproyeksikan harga emas akan segera menguji level psikologis baru di level US$ 5.200 seiring dengan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.

Harga emas domestik (Antam di Pluang) berada di level Rp 2.947.000 per gram (per 13 Februari 2026). Hal ini menunjukkan ketahanan yang luar biasa meski terdapat fluktuasi nilai tukar rupiah.

Sentimen utama yang mempengaruhi harga emas adalah kondisi pasar yang sedang mencerna laporan bahwa cadangan emas dunia bisa terkuras secara signifikan dalam dua dekade ke depan jika tren penemuan nol cadangan ini berlanjut.

Fenomena "Zero Discovery" Emas

Sebuah laporan 12 Februari 2026 dari Tavi Costa (Azuria Capital), berdasarkan data S&P Global, menunjukkan penurunan historis penemuan emas global dan telah mengejutkan industri pertambangan. Berikut fakta menariknya:

1 Angka Nol yang Belum Pernah Terjadi

Laporan itu menunjukkan bahwa angka nol penemuan yang belum pernah terjadi sejak tahun 1990. Industri pertambangan biasanya mencatat puluhan penemuan deposit besar (setidaknya 2 juta ounce) per tahun. Puncaknya terjadi pada pertengahan 1990-an dengan 20 hingga 28 penemuan tahunan. Namun, pada tahun 2023 dan 2024, dunia mencatat angka nol. Tidak ada satu pun proyek greenfield besar yang mampu secara material mengubah kurva pasokan global.

2 Anggaran Eksplorasi yang Salah Sasaran

Masalahnya bukan karena perusahaan tambang berhenti mencari. Anggaran eksplorasi memang mencapai miliaran dolar, namun terjadi pergeseran drastis pada cara uang tersebut digunakan.

Bila ditelusuri lebih lanjut, pada tahun 1990-an, sekitar 50% anggaran digunakan untuk mencari wilayah baru (grassroots). Adapun pada periode 2024-2026 angka ini anjlok menjadi hanya 19%.

Perusahaan tambang kini lebih suka bermain aman dengan memperpanjang usia tambang yang sudah ada daripada mengambil risiko tinggi menjelajahi wilayah baru. Akibatnya, kualitas bijih emas (grade) yang diekstraksi terus menurun, sehingga secara otomatis menaikkan biaya produksi per ounce.

3 Tekanan pada Supply Curve

US Geological Survey memperkirakan cadangan emas ekonomi di bawah tanah sekitar 54.000-57.000 ton. Dengan penambangan global 3.300-3.600 ton/tahun, cadangan dapat habis

Permintaan Emas Semakin Meningkat

Di saat sisi pasokan (supply) mengalami kemacetan struktural, sisi permintaan (demand) justru menunjukkan tren yang berlawanan. Pada tahun 2025, total permintaan emas global melampaui 5.000 ton untuk pertama kalinya dalam sejarah.

● Bank Sentral sebagai Pembeli Utama: Bank sentral dunia (seperti China, India, Polandia, dan Turki) telah membeli lebih dari 1.000 ton emas setiap tahunnya sejak 2022. Motivasi mereka jelas, yaitu diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

● Emas sebagai Safe Haven: Di tengah inflasi global yang persisten dan ketegangan geopolitik, emas tetap menjadi instrumen perlindungan kekayaan nomor satu. Nilai transaksi tahunan emas di pasar global kini mencapai US$555 miliar.

Memilih Kendaraan Investasi Emas: PAXG, XAUT, GLD atau Emas Digital?

Head of Research Pluang, Jason Gozali menjelaskan, bagi investor di tahun 2026, memiliki emas tidak lagi harus berarti menyimpan emas batangan di brankas pribadi yang justru berisiko. Teknologi blockchain dan pasar modal telah mempermudah akses ini. Di aplikasi Pluang, Anda dapat mengakses berbagai instrumen ini dengan mudah:

1. PAX Gold (PAXG): Ini adalah token digital yang setiap kepingnya dijamin oleh satu troy ounce emas fisik London Good Delivery yang disimpan di brankas Brink's. PAXG menawarkan keunggulan unik: ia menggabungkan keamanan emas fisik dengan kecepatan dan likuiditas teknologi blockchain. Anda bisa memindahkan atau memperdagangkan emas Anda 24/7 tanpa hari libur.

2. Tether Gold (XAUT): Mirip dengan PAXG, XAUT memberikan kepemilikan atas emas fisik spesifik di brankas Swiss. Ini adalah pilihan populer bagi pengguna ekosistem Tether yang ingin memiliki aset lindung nilai yang stabil. Selain itu, di Pluang, Anda juga bisa membeli future XAUT yaitu XAUTUSDT-PERP

3. SPDR Gold Shares (GLD): Bagi Anda yang lebih nyaman bermain di pasar saham, GLD adalah ETF emas terbesar di dunia. GLD melacak harga emas spot dan merupakan cara paling efisien bagi investor institusi maupun ritel untuk mendapatkan eksposur harga emas tanpa repot mengurus penyimpanan fisik. Di Pluang, Anda juga bisa membeli GLD call option apabila bullish terhadap emas dan put option untuk mendapatkan keuntungkan ketika harga emas mengalami penurunan.

4. Emas Digital (Antam/UBS): Investasi emas fisik mulai dari nominal kecil dengan opsi Tarik Fisik ke logam mulia asli.

Mengapa Pluang jadi Tempat Terbaik untuk Akumulasi Emas?

Menghadapi tantangan harga emas yang kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah (mendekati Rp3 juta per gram), Pluang menawarkan solusi yang inklusif dan cerdas untuk menjaga daya beli Anda.

A. Fractional Investment

Dengan harga emas yang semakin mahal, membelinya dalam satuan besar (seperti 10 gram atau 100 gram) menjadi semakin sulit bagi kebanyakan orang. Pluang memungkinkan Anda untuk membeli emas mulai dari Rp10.000. Ini berarti Anda bisa mulai menabung emas meski dengan anggaran terbatas.

B. Fitur Pocket & Auto Invest (DCA)

Salah satu cara terbaik investasi emas di tengah volatilitas tinggi adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Melalui fitur Auto Invest di Pluang, Anda bisa mengatur pembelian emas secara otomatis setiap minggu atau setiap bulan. Strategi ini sangat efektif untuk memitigasi risiko membeli di harga puncak ("pucuk") karena harga perolehan Anda akan dirata-ratakan seiring waktu.

C. Penarikan Fisik yang Terjamin

Meskipun Anda berinvestasi dalam bentuk emas digital atau tokenized, Pluang memberikan opsi untuk mencetak emas fisik Antam. Ini memberikan fleksibilitas seperti likuiditas digital untuk jangka pendek dan keamanan fisik untuk jangka panjang.

D. Keamanan dan Regulasi

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Apakah Reli Harga Emas Berlanjut atau Melting Down?

1. Skenario Bullish (Reli Berlanjut): Ini adalah skenario yang paling didukung oleh data fundamental. Dengan pasokan tambang yang mendatar (plateau) dan permintaan bank sentral yang agresif, emas berpotensi menembus $6.000 per ounce dalam 2-3 tahun ke depan. Kelangkaan adalah pendorong harga terkuat dalam sejarah ekonomi.

2. Skenario Steady (Stabil di Level Saat Ini): Emas mungkin akan tertahan di kisaran $4.800 - $5.100 jika bank sentral mulai mengerem pembelian mereka atau jika suku bunga riil global tetap tinggi secara ekstrem. Namun, level ini tetap menjadi "normal baru" bagi emas.

3. Skenario Melting Down (Kejatuhan): Skenario ini sangat kecil kemungkinannya terjadi secara struktural. Koreksi tajam mungkin terjadi (misalnya 10-15%) jika terjadi aksi ambil untung masal, namun ketiadaan pasokan baru akan bertindak sebagai "floor price" yang kuat untuk mencegah harga jatuh terlalu dalam.

Dapat disimpulkan, dua tahun tanpa penemuan emas baru adalah alarm bagi sistem moneter global. Penemuan emas tak secepat penambangan. Dalam jangka panjang, terbatasnya pasokan saat permintaan meningkat hanya akan mendorong nilai emas: Naik.

Bagi Anda pengguna Pluang, momentum ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi portofolio. Jangan menunggu "harga murah" yang mungkin tidak akan pernah datang lagi. Fokuslah pada akumulasi konsisten dan gunakan instrumen digital seperti PAXG atau Emas Digital Pluang untuk fleksibilitas maksimal.

Disclaimer: Segala analisis atau rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |