Dosen FKIP Unsam Dampingi Siswa Pascabanjir Di SDN 1 Tualang Cut Dengan Modul Edukasi Kebencanaan

5 hours ago 3

TUALANG CUT (Waspada.id.): Dosen Universitas Samudra (Unsam) yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Bencana tahun 2026 memberikan pendampingan edukatif kebencanaan bagi siswa terdampak banjir di SDN 1 Tualang Cut.

Tim PKM Tanggap Bencana Universitas Samudra diketuai, Nuriana, S.Pd., M.Pd bersama tiga orang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia turut serta melaksanakan kegiatan pendampingan edukatif bagi siswa yang terdampak banjir.

Ketua Tim, Nuriana, S.Pd., M.Pd kepada wartawan, Rabu (11/03/2026) mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 ini merupakan bagian dari upaya pemulihan proses pendidikan bagi siswa yang terdampak banjir melalui berbagai program pendampingan.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah implementasi kelas darurat berbasis modul kebencanaan dalam pendampingan literasi bagi siswa kelas rendah pascabanjir di SDN 1 Tualang Cut.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa kelas rendah yang terdampak banjir agar tetap mendapatkan layanan pendidikan, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dasar.

“Program kelas darurat ini memanfaatkan modul kebencanaan yang adaptif, kontekstual, dan ramah anak, sehingga materi pembelajaran tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga menumbuhkan pemahaman siswa mengenai kesiapsiagaan bencana sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam membantu proses pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Melalui kegiatan tersebut, tim memberikan berbagai bentuk pendampingan pembelajaran yang berfokus pada penguatan kemampuan literasi siswa serta peningkatan pemahaman mengenai kebencanaan.

“Pendampingan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan modul pembelajaran yang telah disusun secara sistematis dan kontekstual, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami serta relevan dengan kondisi yang dialami siswa,” katanya.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, sebanyak 20 siswa SDN 1 Tualang Cut berpartisipasi secara aktif mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang telah dirancang. Selain para siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan guru SDN 1 Tualang Cut yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pendampingan tersebut.

“Para guru menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu membantu memulihkan semangat belajar siswa pascabencana sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendampingan dilakukan melalui berbagai aktivitas literasi yang menarik, seperti membaca cerita bertema kebencanaan, diskusi sederhana, permainan edukatif, serta latihan menulis pengalaman terkait peristiwa banjir yang mereka alami.

“Metode pembelajaran yang digunakan dirancang secara interaktif agar siswa tetap termotivasi untuk belajar meskipun dalam situasi pascabencana,” sebutnya.

Diutarakan Nuriana, S,Pd., M.Pd lagi, bahwa pembelajaran yang telah dilakukan merupakan bentuk kepedulian dunia pendidikan terhadap keberlanjutan proses belajar anak-anak yang terdampak bencana. Melalui modul kebencanaan tersebut, siswa tidak hanya dilatih kemampuan literasinya, tetapi juga dibekali pengetahuan dasar mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Sementara Plt. Kepala SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti, S.Pd didampingi Wakil Kepala SDN 1 Tualang Cut, Ervika Handayani, S.Pd menyambut baik pelaksanaan program ini karena dinilai sangat membantu proses pemulihan pembelajaran pascabanjir.

“Guru-guru berharap kegiatan pendampingan literasi seperti ini dapat terus dilakukan agar semangat belajar siswa kembali tumbuh setelah mengalami masa sulit akibat bencana,” pintanya.

Dengan adanya kegiatan ini, sambungnya, diharapkan para siswa tidak hanya dapat kembali bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai kebencanaan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Pada kesempatan ini, Nuriana, S,Pd., M.Pd beserta tim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Samudra serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra yang telah memberikan dukungan dan pendanaan melalui Program PKM Tanggap Bencana Tahun 2026, sehingga kegiatan pendampingan literasi berbasis modul kebencanaan ini dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademisi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan kebencanaan dan penguatan literasi anak.

Lanjutnya, melalui implementasi kelas darurat berbasis modul kebencanaan ini, diharapkan siswa dapat kembali belajar dengan nyaman sekaligus memiliki kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Harapannya, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dan diperluas jangkauannya sehingga mampu menjangkau lebih banyak siswa di berbagai sekolah,” imbuhnya.

Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh penguatan kemampuan literasi, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sejak dini.

“Implementasi modul kebencanaan ini diharapkan mampu membantu siswa kembali belajar dengan nyaman sekaligus menumbuhkan sikap tanggap bencana sebagai bagian dari pembelajaran di lingkungan sekolah,” tutup Nuriana, S,Pd., M.Pd.(id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |