Warga Kampung Bawah Sei Buluh Keluhkan Asap dan Limbah PT SJA

21 hours ago 5
Sumut

8 Januari 20268 Januari 2026

Warga Kampung Bawah Sei Buluh Keluhkan Asap dan Limbah PT SJA Pabrik PT SJA i Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Sergai, yang dikeluhkan warga Kampung Bawah akibat asap hitam dan limbah berbau menyengat yang diduga mencemari lingkungan sekitar. Kamis (8/1/2026). Waspada.id/Bambang

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SERGAI (Waspada.id): Warga kampung bawah dusun IV, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, mengeluhkan dampak pencemaran asap dan limbah batu bara yang dijadikan batu bata hitam yang diduga berasal dari aktivitas Pabrik PT SJA.

Asap berwarna hitam dan coklat dilaporkan masyarakat menyesakkan dada, sementara limbah yang keluar dari gorong-gorong atau saluran parit pabrik tersebut, menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan permukiman warga. Apalagi saat musim hujan dan banjir.

Seorang warga inisial, SM, 61, menyatakan, awalnya pabrik tersebut hanya beroperasi sebagai pabrik batu bata dengan persetujuan masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pabrik yang sebelumnya mengolah batu bata hitam yang diduga dari limbah batu bara. Sekarang ini pabrik tersebut diduga juga mengelola limbah sawit tanpa sepengetahuan warga sekitar.

“Dulunya izin kami hanya untuk pabrik batu bara. Tapi beberapa tahun ini sudah mengelola limbah sawit. Imbasnya kami yang menanggung. Kalau mereka lagi mengolah asap hitam dan kecoklatan serta abu beterbangan ke rumah warga. Asap yang tampak berwarna kecoklatan itu yang sangat menyesakan pernapasan,” ujarnya kepada Waspada.id, Kamis (8/1/2026) pagi di kampung bawah.

Menurut SM, saat pabrik itu beroperasi asap yang dihasilkan yang keluar dari cerobong berwarna coklat kehitaman dan berbau sangat menyengat, bahkan menempel di pakaian yang dijemur sangat menyesakan dada bila terhirup. “Warnanya hitam dan kecoklatan. Selain itu baunya sangat menyengat. Kalau jemur pakaian Abunya dan baunya lengket di kain. Juga sesak di dada bila terhirup,” katanya.

Asap hitam mengepul dari cerobong pabrik PT SJA di Desa Sei Buluh, Perbaungan, Sergai, yang dikeluhkan warga karena menyesakkan pernapasan dan diduga mencemari permukiman sekitar. Kamis (8/1/2026). Waspada.id/Bambang

Tak hanya polusi udara yang keluar dari cerobong asap. SM juga mengeluhkan pembuangan air limbah yang diduga dialirkan ke kawasan kampung bawah melalui saluran terowongan. Saat banjir, air limbah tersebut meluap dengan warna hitam pekat. “Jika banjir, airnya hitam semua. Itu jelas limbah,” ungkapnya.

SM menjelaskan, dampak limbah tersebut juga dirasakan pada sumber air bersih warga. Sumur gali milik warga dilaporkan berbau dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga sebagian warga beralih menggunakan sumur bor.

“Sumur biasa sudah tidak bisa dipakai lagi, baunya sudah terasa. Sekarang kami pakai sumur bor, tapi ke depan kami juga belum tahu aman atau tidak,” katanya.

SM juga mengaku mengalami kerugian besar akibat dugaan pencemaran limbah tersebut. budidaya Ikan cupang peliharaan miliknya mati masal setelah terendam banjir yang diduga bercampur limbah pabrik.

“Waktu banjir, ikan cupang saya mati semua. Kerugian saya sekitar Rp35 juta sampai Rp45 juta. Diduga besar akibat limbah itu,” ujarnya.

SM menyebutkan masyarakat pernah dimintai tanda tangan, “katanya dapat bantuan namun saya kawatir tanda tangan kami di salahgunakan. Kami juga sudah sampaikan keluhan berulang kali kepada pemerintah desa, namun hingga kini belum ada solusi konkret”.

“Kalau ke desa sudah capek ngomong. sampai sekarang belum ada solusi. Kami merasa diabaikan,” tegasnya.

Gorong-gorong diduga saluran limbah, Kamis (8/1/2026). Waspada.id/Bambang

Warga kampung bawah berharap pemerintah Kabupaten Sergai dan instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan, pemeriksaan izin operasional, serta pengelolaan limbah PT SJA demi melindungi kesehatan dan lingkungan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, warga sekitar PT SJA inisial SO 61. menyebut bila di bawah angin asap asap yang keluar dari cerobong itu menyelimuti kampung bawah. ” Diduga PT SJA bukan mencetak batu bata hitam saja. Namun diduga juga mengelola limbah sawit yang menjadi Palm Acid Oil (PAO) atau Minyak Kotor (Miko),” ujar SO di Kampung Bawah.

Terpisah, saat Waspada.id mencoba mengknfirmasi terkait keluhan warga sekitar ke pihak PT SJA yang terletak di jalan lintas Medan Tebing Tinggi, desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan , salah seorang security pos inisial RB mengatakan. “Kalau mau konfirmasi buat janjian dulu bang. Biar saya sampaikan dulu ke kantor,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak PT SJA belum memberikan tanggapan. (bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |