Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (11/03) di zona merah setelah turun 0,69% ke level 7.389,40.
Pergerakan indeks dipengaruhi sejumlah saham penggerak utama seperti BYAN yang menguat 5,31%, TLKM naik 1,35%, serta GOTO yang menguat 3,64%. Sebaliknya, beberapa saham menjadi penekan indeks, di antaranya BBCA yang turun 2,15%, AMMN melemah 5,58%, serta BREN yang terkoreksi 2,45%.
Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp730,31 miliar di pasar reguler dan Rp938,66 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, enam dari sebelas sektor ditutup melemah. Sektor basic industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 2,03%, sementara sektor teknologi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,87%.
Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Dow Jones turun 0,61% ke level 47.417, indeks S&P 500 bergerak relatif datar dengan penurunan tipis 0,08% ke 6.775, sedangkan Nasdaq naik tipis 0,08% ke posisi 22.716.
Sentimen pasar dipengaruhi perkembangan geopolitik setelah belum adanya indikasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan mereda dalam waktu dekat. Iran bahkan dilaporkan meningkatkan ketegangan dengan pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz. Kondisi ini turut menekan kinerja indeks berbasis Indonesia seperti iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang turun 0,92% dan indeks MSCI Indonesia yang melemah 0,73%.
Sementara itu, Komisi XI DPR RI telah menyetujui lima nama untuk mengisi posisi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2026–2031 setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 kandidat. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner, sementara Hernawan Bekti Sasongko menjadi Wakil Ketua.
Adapun tiga posisi kepala eksekutif lainnya akan diisi oleh Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Budiarso. Keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk disahkan secara resmi. Sebagai calon Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan peningkatan free float secara bertahap menjadi 15% dari posisi saat ini sekitar 7,5%.
Dari sisi korporasi, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan adjusted EBITDA sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025, melampaui panduan manajemen yang berada di kisaran Rp1,80–1,90 triliun.
Kinerja tersebut didukung pertumbuhan pendapatan sebesar 15,27% menjadi Rp18,32 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp15,89 triliun. Kontributor utama berasal dari layanan pengiriman barang atau kurir yang menghasilkan Rp5,78 triliun, meningkat dari Rp5,34 triliun pada 2024.
Sementara itu, beban usaha tercatat naik terbatas 3,11% menjadi Rp18,70 triliun dari sebelumnya Rp18,14 triliun. Secara keseluruhan, perseroan masih membukukan rugi berjalan sebesar Rp1,50 triliun, tetapi angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan rugi Rp5,46 triliun pada tahun sebelumnya.
Manajemen GOTO menargetkan adjusted EBITDA pada kisaran Rp3,20–3,40 triliun pada 2026 sebagai bagian dari upaya menuju profitabilitas.
Berikut adalah rekomendasi saham hari ini, dihimpun dari Mega Capital Sekuritas:
GOTO
Buy 56-58 | TP 59-61 | SL 53
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
SCMA
Buy 250-254 | TP 262-270 | SL 234
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
UNVR
Buy 1985-2000 | TP 2040-2110 | SL 1890
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
DOOH
Buy 137-139 | TP 143-150 | SL 130
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
HATM
Buy 300-304 | TP 314-322 | SL 282
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































