Donald Trump. tangkapan layar AFP
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mengancam Denmark untuk menyerahkan Greenland dan akan mengosongkan Jalur Gaza dinilai oleh Francis Fukuyama sebagai neo-imperialisme.
“Namun, tindakan puncak Trump sebagai seorang neo-imperialis adalah sarannya baru-baru ini agar Amerika mengambil alih Jalur Gaza setelah mengosongkannya dari sekitar 2 juta penduduk Palestina,” kata Fukuyama, Senior Fellow di Freeman Spogli Institute for International Studies di Universitas Stanford, Amerika Serikat dalam tulisannya pada Februari 2025.
Soal Greenland, Fukuyama menulis, Greenland memang menjadi lebih penting secara strategis bagi Amerika Serikat karena pemanasan global membuka jalur Arktik baru, dan dapat menjadi sumber mineral yang penting.
Tetapi langkah-langkah Trump tampaknya seperti agresi demi agresi.
Neo-Imperialisme
Simon Tisdall, komentator Urusan Luar Negeri di Observer menulis di laman The Guardian, “Klaim mengancam Trump atas Kanada, Panama, dan Greenland menghidupkan kembali fantasi elitis kakek Elon Musk dan Technocracy Inc , sebuah gerakan populis sayap kanan tahun 1930-an yang berupaya menyatukan Amerika Utara dan Tengah di bawah kekuasaan AS: “Technate”.
“Pola pikir yang memicu pretensi semacam itu berakar dalam di jiwa nasional. Ini adalah campuran doktrin Monroe, ‘manifest destiny’, dan beban orang kulit putih. Ini jahat, ini berbahaya, dan ini kembali,” katanya.
Laman Monthly Review, menuliskan apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah membentuk dunia sesuai citra Amerika Serikat. Apa yang dilakukan Amerika untuk menundukkan negara lain adalah kepanjangan tangan dari kapitalisme.
Menurut Fukuyama, imperialisme itu mengambil bentuk yang lunak, seperti aliansi keamanan yang telah dinegosiasikan Amerika Serikat dengan sekutunya, atau tatanan ekonomi liberal yang dipromosikan Amerika.
Apa yang mereka dapatkan hari ini adalah hal yang nyata: Amerika yang berupaya memperluas wilayahnya dan bersedia mengancam penggunaan kekerasan untuk mendapatkannya.
“Selamat datang kembali ke abad kesembilan belas”, kata Fukuyama.(cnni)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































