ToT MBG di Medan Jadi Kunci Penguatan Standar Gizi Regional Sumatera

5 hours ago 1

MEDAN (Waspada.id): Pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat regional Sumatera yang digelar di Kota Medan menjadi langkah strategis untuk memperkuat standar gizi dan keamanan pangan di wilayah Sumatera.

Kegiatan ini berlangsung di Aiho Hotel Medan, Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari implementasi Proyek Strategis Nasional MBG dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Koordinator Center of Excellence (CoE) IPB University, Erika Budiarti Laconi, menegaskan bahwa peran fasilitator menjadi kunci keberhasilan MBG di lapangan. Menurutnya, ToT tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang terstandar sejak dini.

“ToT ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan gizi yang terstandar,” ujar Erika.

Ia menambahkan, pelatihan Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji bagi penjamah pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Kegiatan ToT regional Sumatera ini diikuti peserta dari enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Peserta berasal dari unsur dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta penjamah pangan SPPG.

Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan menularkan pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama pelatihan.

“Para fasilitator inilah yang nantinya memastikan program MBG berjalan sesuai standar, aman, dan berdampak nyata bagi anak-anak,” kata Erika, seraya menekankan pentingnya jejaring kerja lintas sektor agar standar nasional dapat diterapkan tanpa mengabaikan kondisi lokal.

Melalui zoom, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Suardi Samiran, mengatakan bahwa ToT dirancang untuk memastikan transfer pengetahuan berlangsung berkelanjutan hingga tingkat operasional. “Pelatihan ini menjadi sarana harmonisasi pemahaman dan standar di seluruh provinsi di Sumatera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, modul pelatihan yang disusun bersama kementerian dan lembaga terkait menjadi pedoman teknis agar pelaksanaan MBG berjalan profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Chief of Nutrition UNICEF Indonesia, Mamadou NDiaye, menilai Program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa para peserta ToT bukan sekadar peserta, melainkan pengganda (multipliers) yang akan membawa standar, pengetahuan, dan praktik terbaik hingga ke sekolah dan komunitas.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi tentang keadilan dan masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Mamadou.

Menurutnya, program ini berperan meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, mencegah malnutrisi, memperkuat sistem pangan, serta mendorong perilaku hidup sehat sepanjang hayat.

Dari pemerintah daerah, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumut, Novita Rohdearni Saragih, menegaskan bahwa MBG merupakan proyek strategis nasional RPJMN 2025–2029 yang disusun bersama Bappenas.

Peserta Training of Trainers (ToT) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tingkat Regional Sumatera berfoto bersama usai kegiatan pelatihan di Medan, Selasa (3/3/2026), Waspada.id/Bambang

Hingga awal Maret 2026, Sumatera Utara telah membangun 1.141 unit SPPG di 33 kabupaten/kota yang menjangkau sekitar 2,8 juta penerima manfaat.

“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah dapur atau besarnya anggaran, tetapi oleh kualitas pelaksanaan di lapangan,” tegas Novita.

Ia menekankan bahwa aspek mutu gizi, keamanan pangan, kebersihan, serta sistem pemantauan dan pelaporan harus dijalankan secara disiplin oleh penjamah pangan, tenaga pendidik, dan para pelatih.

Selain produksi dan distribusi makanan, pelatihan juga menekankan pentingnya edukasi gizi di satuan pendidikan. Peserta dibekali materi gizi seimbang, kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta pemilihan makanan sehat bagi anak.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Novita, berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah pusat, kabupaten/kota, BPOM, Kementerian Agama, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui ToT regional Sumatera ini, diharapkan lahir para pelatih yang kompeten dan berdedikasi dari Medan, yang mampu memastikan setiap makanan yang disajikan kepada anak-anak aman, bergizi, dan berkualitas,” imbuhnya.

Program MBG pun diharapkan dapat berjalan konsisten, terukur, berkelanjutan sebagai investasi bagi kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa, tukasnya.(bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |