Tim PKM Universitas Samudra Perkuat Layanan Medis Korban Banjir di Desa Pahlawan

6 hours ago 4
Aceh

11 Maret 202611 Maret 2026

Tim PKM Universitas Samudra Perkuat Layanan Medis Korban Banjir di Desa Pahlawan Tim PKM Universitas Samudra menyerahkan bantuan obat-obatan kepada masyarakat korban banjir di Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.(Ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Dalam situasi darurat pascabencana, keterbatasan akses layanan kesehatan serta minimnya ketersediaan obat-obatan menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Universitas Samudra melaksanakan program penguatan layanan medis dan gizi melalui penyediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat korban banjir di Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam membantu proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan tim PKM Universitas Samudra pada 19 Desember 2025, masyarakat di wilayah terdampak banjir mengalami berbagai permasalahan kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.

Desa Pahlawan menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat banjir tersebut.

Pascabencana, masyarakat dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan seperti demam, diare, infeksi saluran pernapasan, hingga penyakit kulit.

Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih serta menurunnya daya tahan tubuh masyarakat turut memperburuk situasi kesehatan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar di tingkat desa juga meningkatkan risiko bertambahnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bidan Puskesmas Kecamatan Manyak Payed, Datuk Nur Khairiah, S.Tr.Keb., diketahui bahwa ketersediaan obat-obatan pascabencana berada dalam kondisi sangat terbatas bahkan mengalami kekosongan.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh obat-obatan dasar untuk menangani berbagai penyakit yang muncul setelah banjir.

Sementara itu, kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis justru meningkat secara signifikan setelah terjadinya bencana.

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani melalui intervensi yang tepat, dikhawatirkan dapat memicu permasalahan kesehatan yang lebih serius di tengah masyarakat terdampak.

Secara konstitusional, kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana juga menegaskan bahwa dalam kondisi darurat bencana, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkewajiban menjamin pemenuhan pelayanan kesehatan dasar, termasuk ketersediaan obat-obatan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Berdasarkan kondisi tersebut, Tim PKM Universitas Samudra melaksanakan program tanggap darurat yang berfokus pada penguatan layanan medis dan gizi melalui penyediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat Desa Pahlawan.

Program pengabdian ini dipimpin oleh Ketua Tim Dosen Zuleha, S.H., M.H. dengan dukungan tim mahasiswa yang terdiri dari Melfy Wulandari, Farah Saghira Dhani, dan Ine Andriani.

Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemulihan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak bencana serta mendukung proses rehabilitasi kesehatan secara berkelanjutan. (Id94)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |