Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FKIP Universitas Samudra saat menghadirkan program Pendampingan Psikososial Berbasis Edukasi Kebahasaan melalui metode menulis ekspresif di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang Waspada.id/ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TAMIANG (Waspada.id): Bencana banjir yang terjadi baru-baru ini, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis bagi masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak. Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FKIP Universitas Samudra menghadirkan program Pendampingan Psikososial Berbasis Edukasi Kebahasaan melalui metode menulis ekspresif di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.
Program PkM diketuai Tanita Liasna, S.Pd., M.Pd, selaku dosen dan didukung tim mahasiswa yakni Muhammad Rizky Akbar, Sovia Cahya, dan Gladys Melani Putri, dan dibantu perangkat desa Seuneubok Baro yang juga berperan aktif dalam kegiatan ini dari mulai proses koordinasi awal hingga berperan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Ketua tim pelaksana PkM Universitas Samudra, Tanita Liasna, S.Pd., M.Pd kepada wartawan, Jumat (13/03/2026) mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (26/02/2026) dengan fokus utama kegiatan adalah memberikan pendampingan psikososial berbasis edukasi kebahasaan kepada anak-anak.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan perangkat desa Seuneubok Baro yang dirancang untuk membantu anak-anak menyalurkan pengalaman emosional secara sehat, memulihkan kondisi psikologis, sekaligus menumbuhkan budaya siaga bencana,” sebutnya.
Selain itu, kegiatan ini direspon dengan antusias oleh masyarakat. Sebanyak 30 anak, tingkat SD maupun SMP secara aktif terlibat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari mendengarkan arahan, berbagi pengalaman, hingga menuliskan perasaan di dalam jurnal yang diberikan melalui metode menulis ekspresif.
Bahkan, sambungnya, kegiatan ini memperoleh sambutan positif dari aparatur desa setempat, yaitu Pj. Datok Penghulu Seuneubok Baro, T. Irzandi Mahriza yang memberikan apresiasi serta peran aktifnya dalam kegiatan PkM ini.
T. Irzandi Mahriza mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan PkM ini. Menurutnya, kegiatan ini membantu pemulihan psikologis serta sebagai wadah anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang mereka alami.
Dijelaskan Tanita Liasna, S.Pd., M.Pd, bahwa kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak mengeskpresikan perasaan, mengurangi tekanan psikologis, serta menumbuhkan kesadaran siaga bencana.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemulihan psikologis, tim PkM membagikan lembar journal yang diisi oleh anak-anak sebagai tempat untuk mengekspresikan isi hati dan perasaan. Nantinya hasil tulisan ini direncanakan akan dibukukan sebagai kumpulan tulisan pengalaman anak-anak yang terdampak banjir. Selain itu, tim PkM juga membagikan paket alat tulis sekolah untuk memberikan semangat dan keceriaan pada anak.
“FKIP Unsam melalui kegiatan ini menyampaikan komitmen penuhnya untuk tetap hadir di tengah masyarakat yang terkena dampak bencana dan berharap masyarakat, khususnya anak-anak, dapat menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana pemulihan, refleksi, dan penguatan ketahanan diri dalam menghadapi situasi pascabencana,” imbuhnya. (Id74)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































