Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang terlarang dari kamar hunian warga binaan di Lapas Kota Bakti, Pidie, Senin (6/4/2026).Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
SIGLI (Waspada.id): Aparat gabungan tidak butuh waktu lama untuk menemukan barang terlarang dalam razia di Lapas Kota Bakti. Dari benda tajam hingga alat modifikasi, semuanya langsung disita, Senin (6/4/2026).
Razia yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar seluruh kamar hunian warga binaan. Dalam penyisiran itu, petugas menemukan berbagai barang yang tidak seharusnya berada di dalam lapas.
Barang bukti yang diamankan antara lain pisau kater, pisau cukur, gunting, korek api, kabel lampu, botol parfum, kaleng minuman, hingga potongan sendok makan yang telah dimodifikasi.
Sejumlah benda tersebut dinilai berpotensi disalahgunakan, baik untuk tindakan berbahaya maupun sebagai alat yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.
Kepala Kepolisian Resor (Polres), Pidie, AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas Polres Pidie, AKP Masri, S.H., menegaskan bahwa temuan barang-barang tersebut menjadi indikator penting perlunya razia dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Barang-barang yang kami temukan ini memang terlihat sederhana, namun memiliki potensi risiko tinggi jika disalahgunakan. Oleh karena itu, kami langsung mengamankan seluruh temuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar AKP Masri.
Ia menambahkan, adanya barang seperti potongan sendok makan yang dimodifikasi menunjukkan potensi pelanggaran yang harus diantisipasi sejak dini.
Seluruh barang bukti hasil razia tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk didata dan selanjutnya dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Selain pengamanan barang bukti, tim gabungan juga melaksanakan tes urine terhadap warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di dalam lapas. Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari zat narkotika.
“Hasil ini menunjukkan bahwa pengawasan berjalan efektif dan kondisi lapas tetap aman serta terkendali,” tambah AKP Masri.
Razia ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad Saifollah, A.Md.IP., S.Sos., M.Si, Pj. Kasubag Umum BNNK Pidie, Tarmizi, S.Kep., Ns, Kapolsek Sakti, AKP Anwar, S.Ag, KBO Satresnarkoba Polres Pidie, IPTU Pangihutan Niabaho, serta Batituud Koramil 12 Sakti, Serma Rianto, bersama personel gabungan lainnya.
Upaya ini menjadi penegasan bahwa pengawasan di dalam lapas tidak pernah longgar. Razia dan tes urine akan terus digelar secara berkala tanpa jeda, menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan.
Dengan gerak bersama yang konsisten dan terukur, keamanan dijaga sebagai prioritas utama, Lapas pun tetap terkendali tanpa cela.( id69)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































