Fakultas Pertanian USU Perkuat Ekonomi Dan Ketahanan Lingkungan Desa Cempa Lewat Inovasi Budidaya Terpadu

6 hours ago 4
Medan

Fakultas Pertanian USU Perkuat Ekonomi Dan Ketahanan Lingkungan Desa Cempa Lewat Inovasi Budidaya Terpadu Tim FP USU bersama masyarakat Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa terus dilakukan kalangan akademisi. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, pada Desember 2025 hingga Maret 2026, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi dan lingkungan berbasis inovasi teknologi terpadu.

Kegiatan yang diketuai oleh Elisa Julianti ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai bidang, yakni teknologi pangan, agroteknologi, manajemen sumber daya perairan, dan peternakan.

Tim terdiri dari Adrian Hilman, STP, M.Sc; Prof Dr Ir Yaya Hasanah, M.Si; Julia Syahriani Hasibuan, S.Pi, M.Si; serta Mhd Adanan Purba, S.Pt, M.Sc, Ph.D.Program ini juga melibatkan lima mahasiswa USU, terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan dua mahasiswa Program Studi Peternakan.

Selain itu, turut berpartisipasi tiga mahasiswa internasional dari program Bachelor of Halal Food Development, Faculty of Bioresource & Food Industry, Universiti Sultan Zainal Abidin.Program bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan Desa Cempa melalui Integrasi Budidaya Perikanan, Jamur Tiram, Peternakan Rakyat, dan Mitigasi Banjir Berbasis Partisipatif” ini didanai melalui skema Community Development (National/International) Program Equity USU Tahun 2025–2026.

Kelompok Tani Tumbuh Maju sebagai mitra kegiatan memiliki potensi usaha yang beragam, mulai dari budidaya ikan air tawar, sayuran, jamur tiram, hingga peternakan puyuh, kambing, dan sapi.

Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan sarana produksi, rendahnya produktivitas, serta tingginya angka kematian ikan akibat sistem budidaya yang masih tradisional.

Di sisi lain, kondisi geografis Desa Cempa yang rawan banjir tahunan menjadi kendala utama dalam kegiatan produksi. Banjir yang dapat berlangsung hingga dua bulan menyebabkan kerusakan lahan serta penurunan hasil usaha masyarakat secara signifikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim USU menghadirkan solusi melalui pemberian teknologi tepat guna, pelatihan berbasis praktik langsung (learning by doing), serta evaluasi keberlanjutan program. Bantuan yang dihibahkan meliputi kumbung dan bibit jamur tiram, satu unit mesin chopper dan satu unit mesin pembuat pelet pakan ternak, tiga unit kolam ikan bioflok berkapasitas 3.000 ekor lengkap dengan sistem aerator dan pompa air, serta peralatan pengolahan pangan seperti food processor dan mixer.

Materi pelatihan mencakup budidaya jamur tiram berbasis baglog, pembuatan pakan ternak dengan metode fermentasi (silase dan Total Mixed Ration), pembibitan dan budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok, serta pengolahan hasil ternak dan perikanan menjadi produk bernilai tambah seperti bakso dan nugget jamur tiram, bakso dan kerupuk ikan, serta telur puyuh asin.

Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan manajemen usaha serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.

Pendampingan dan Evaluasi Berkelanjutan

Prof Elisa Julianti menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan intensif untuk memastikan teknologi yang diberikan dapat diterapkan secara optimal.

Mahasiswa turut berperan sebagai pendamping teknis dalam proses monitoring dan evaluasi kegiatan.

Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan kapasitas mitra, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, produktivitas, maupun pendapatan sebelum dan sesudah program.

“Melalui program ini, masyarakat Desa Cempa diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan terhadap risiko lingkungan. Keberlanjutan program dijaga melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, pembentukan kader pelatih lokal, integrasi dengan program desa, serta rencana pengembangan ke kelompok masyarakat lainnya. Program ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan,” pungkasnya. (Wsp.id)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |