Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Samudra saat melaksanakan kegiatan PMB dengan memberikan solusi dan inovasi berupa rehabilitasi lingkungan, penyediaan pompa air berbasis tenaga surya, serta pertanian hidroponik sistem apung di Kota Lintang, Aceh Tamiang. Waspada.id/ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TAMIANG (Waspada.id): Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Samudra melaksanakan kegiatan Program Mahasiswa Berdampak (PMB) dengan memberikan solusi dan inovasi berupa rehabilitasi lingkungan, penyediaan pompa air berbasis tenaga surya, serta pertanian hidroponik sistem apung di Kota Lintang, Aceh Tamiang.
Tim PMB yang turun langsung diketuai Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc., didampingi anggota yaitu Herlina Putri Endah Sari, S.Si., M.Sc. dan Muhammad Isra, S.T., M.T., bersama dengan 50 mahasiswa terjun langsung ke lokasi bencana pascabanjir.
Ketua Tim PMB, Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc kepada wartawan, Jumat (13/03/2026) mengatakan, kegiatan ini merupakan kontribusi nyata Perguruan Tinggi dalam membersamai korban banjir bandang, terutama di Kota Lintang yang melanda Sumatra di akhir November 2025.

“Kota Lintang menjadi salah satu lokasi dengan kondisi yang cukup memprihatinkan pasca banjir. Pada kegiatan PMB ini, tim dosen dan mahasiswa memberikan solusi dan inovasi berupa rehabilitasi lingkungan, penyediaan pompa air berbasis tenaga surya, serta pertanian hidroponik sistem apung,” jelasnya.
Ditambahkan anggota tim, Muhammad Isra, sejumlah 50 mahasiswa yang tergabung dalam LDK As Salam menetap selama lebih dari 20 hari untuk melaksanakan kegiatan PMB ini.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa fokus pada pemulihan lingkungan pascabencana. Penyediaan pompa air berbasis surya sangat mendukung dalam kegiatan tersebut dikarenakan aliran listrik yang masih belum stabil sangat berdampak dalam penyediaan air bersih yang bersumber dari air tanah.
“Kegiatan rehabilitasi lingkungan difokuskan pada fasilitas publik diantaranya pembersihan selokan air, sekolah dan tempat ibadah,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua kelompok Mahasiswa, Herdy Riansyah mengatakan, kami juga membantu membersihkan rumah warga yang telah lanjut usia.
Dijelaskan anggota tim, Herlina Putri Endah Sari, pada kegiatan PMB ini, tim juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani berupa hidroponik sistem apung.
“Hidroponik sistem apung ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani di desa Kota Lintang, mengingat bahwa lahan para petani masih rusak dan belum dapat ditanami kembali akibat banjir, sehingga sistem pertanian yang adaptif perlu diaplikasikan,” tambahnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Simpur Jaya, Zulkarnain mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut.
“Dengan adanya mahasiswa dan alat-alat yang diberikan sangat membantu kami dalam berbenah dan bangkit dari keadaan pasca banjir ini,” katanya.
Ditambahkan Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc, kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan penuh dan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026.
“Selain itu, dukungan dari Universitas Samudra sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan,” tutup Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc.(id74)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































