Terungkap! Ini Daftar Kota 'Surga' dan 'Neraka' Dunia 2026

5 hours ago 2

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

10 July 2026 19:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua kota yang paling kaya menjadi tempat terbaik untuk ditinggali.

Indeks Global Liveability Index 2026 dari Economist Intelligence Unit (EIU) menempatkan Copenhagen sebagai kota paling layak huni di dunia untuk tahun kedua berturut-turut dengan skor 98,0. Di sisi lain, Damascus tetap berada di posisi terbawah dengan skor 31,6, sementara sejumlah kota di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan tajam akibat meningkatnya risiko keamanan.

Data tahun ini menunjukkan bahwa stabilitas semakin menjadi faktor paling menentukan.

Pergeseran di Puncak dan Dasar

Meski posisi puncak relatif stabil, beberapa perubahan tetap terjadi di dalam daftar kota paling layak huni.

Setelah Copenhagen, posisi berikutnya ditempati Vienna, Melbourne, Sydney, Zurich, Geneva, Osaka, Adelaide, Vancouver, dan Tokyo. Vancouver menjadi satu-satunya kota di Amerika Utara yang masuk 10 besar, sedangkan Tokyo merupakan satu-satunya megacity yang berhasil bertahan di daftar tersebut.

Menurut EIU, kepadatan lalu lintas dan tingkat kriminalitas cenderung menjadi tantangan bagi kota-kota berpenduduk sangat besar.

Di sisi lain, Damascus masih menempati posisi terakhir, disusul Tripoli, Dhaka, Karachi, Algiers, Lagos, Port Moresby, Kyiv, Harare, dan Tehran. Sebagian besar kota dengan skor terendah masih berada di wilayah yang menghadapi konflik bersenjata, instabilitas politik, atau tekanan terhadap layanan publik.

Perubahan Terbesar Datang dari Timur Tengah

Menurut EIU, seluruh penurunan terdalam berasal dari kawasan Timur Tengah. Muscat di Oman mencatat penurunan terbesar setelah turun 14 peringkat menjadi posisi ke-123.

Kota lain seperti Doha, Dubai, Abu Dhabi, Amman, Manama, hingga Kuwait City juga sama-sama kehilangan posisi dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi setelah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan, termasuk serangkaian serangan drone Iran yang memengaruhi persepsi terhadap stabilitas kawasan Teluk.

Perubahan indeks kota layak tinggalPerubahan indeks kota layak tinggal Foto: Economist

Sebaliknya, daftar kota yang paling banyak memperbaiki peringkat didominasi China. Fuzhou, Wuxi, Nanjing, dan Zhuhai sama-sama naik dalam pemeringkatan tahun ini.

EIU menyebut peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya skor layanan kesehatan setelah bertahun-tahun investasi pemerintah memperluas cakupan fasilitas medis dan meningkatkan akses layanan kesehatan di berbagai kota.

Apa yang Dinilai?

Indeks ini bukan disusun untuk menentukan kota wisata terbaik atau kota dengan ekonomi terbesar.

EIU mengembangkan Global Liveability Index sebagai acuan perusahaan dalam menghitung hardship allowance bagi karyawan yang ditempatkan di luar negeri. Sebanyak 173 kota dinilai berdasarkan lima kelompok indikator, yaitu:

  • stabilitas (stability)

  • layanan kesehatan (health care)

  • budaya dan lingkungan (culture and environment)

  • pendidikan (education)

  • infrastruktur (infrastructure)

Kelima indikator tersebut menggambarkan seberapa nyaman sebuah kota untuk ditinggali dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rasa aman hingga kualitas layanan publik.

Bukan Kota Terbesar yang Menang

Sebagian besar kota dengan skor tertinggi bukanlah kota terbesar di dunia. Sebaliknya, banyak di antaranya merupakan kota berukuran menengah yang relatif stabil, memiliki layanan publik berkualitas, serta mampu menjaga keamanan dan infrastruktur secara konsisten. Sebaliknya, kota-kota yang mengalami konflik atau tekanan geopolitik cenderung turun meski sebelumnya dikenal sebagai pusat bisnis maupun tujuan ekspatriat.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi. Ketika stabilitas terganggu, dampaknya dapat langsung tercermin dalam daya huni sebuah kota.

Pada akhirnya, kualitas hidup sebuah kota bukan hanya ditentukan oleh seberapa maju ekonominya. Yang lebih menentukan adalah apakah kota tersebut mampu mempertahankan rasa aman, layanan dasar, dan infrastruktur ketika menghadapi perubahan.

Perubahan skor kota layak IndonesiaPerubahan skor kota layak Indonesia Foto: Economist

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |