Kejayaan Nvidia Pelan-Pelan Mulai Runtuh, Ternyata Ini Penyebabnya

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Era kejayaan Nvidia di dunia AI mulai menurun tajam. Ini terjadi setelah rentetan kesuksesan yang mereka terima.

Nvidia dikenal sebagai perusahaan chip terkemuka di dunia. Ditambah saat pengembangan AI yang begitu pesat, membuat perusahaan makin sukses.

Sayangnya kesuksesan itu mulai memudar. Salah satunya, Bloomberg melaporkan harga saham perusahaan menurun 15% sejak puncaknya bulan Mei lalu.

Valuasi Nvidia juga lebih murah daripada rata-rata S&P. Investor juga mengeluarkan uang lebih sedikit dari proyeksi keuntungan Nvidia dibandingkan perusahaan Amerika Serikat (AS) lainnya, dikutip Tech Crunch, Jumat (10/7/2026).

Selain itu, era chip yang sempat langka juga akhirnya berakhir. Harga sewa chip dilaporkan terjun bebas setelah mencapai US$3,20 per jam pada Mei lalu.

Di saat penurunan terjadi, para pesaing Nvidia mengalami sebaliknya. Nilai perusahaan seperti Micron juga terus naik, hampir tiga kali lipat.

Para perusahaan seperti Google, Amazon, Microsoft dan OpenAI berupaya mengurangi ketergantungan pada chip AI. Mereka merilis prosesor kustom sendiri.

Chip buatan sendiri itu memang tidak sebaik model Nvidia. Namun dapat menurunkan harga komputasi, dan kemunduran bagi Nvidia.

"Semakin banyak pemain GPU dan akselerator yang memasuki pasar. Semua orang ingin membuat silikon sendiri, namun tidak ada yang membuat DRAM sendiri," jelas CTO dan salah satu pendiri Ornn, Wayne Nelms.

"Sampai ada terobosan teknologi besar pada HBM (memori bandwidth tinggi), pergeseran penawaran dan permintaan atau seseorang yang baru masuk pasar memori, saya pikir keadaan akan tetap sama," dia menambahkan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |