Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas belum mampu mendorong kenaikan harga emas dunia. Sebaliknya, harga emas justru mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (19/03), di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter global.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa harga emas saat ini ditransaksikan di kisaran 4.770 dolar AS per ons troy. Penurunan ini terjadi meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.
“Biasanya tensi geopolitik mendorong kenaikan harga emas sebagai aset safe haven. Namun kali ini, pasar lebih fokus pada arah kebijakan Bank Sentral AS,” ujar Gunawan.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru mengalami kenaikan tajam. Untuk minyak jenis Brent, harga tercatat naik hingga berada di kisaran 113 dolar AS per barel. Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi global yang berpotensi meningkat dalam waktu dekat.
Gunawan menjelaskan, tekanan terhadap harga emas semakin kuat setelah Gubernur Bank Sentral AS memberikan sinyal bahwa pemotongan suku bunga acuan kemungkinan hanya terjadi satu kali sepanjang tahun ini. Sementara itu, The Federal Reserve (The Fed) masih mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen.
“Kombinasi antara kenaikan harga minyak, tekanan inflasi, dan sikap The Fed yang cenderung hawkish membuat investor lebih berhati-hati. Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi semakin kecil, sehingga menekan harga emas,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini pelaku pasar lebih mempertimbangkan arah kebijakan moneter dibandingkan risiko geopolitik dalam mengambil keputusan investasi.
Berdasarkan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.985 per dolar AS, harga emas domestik diperkirakan berada di level sekitar Rp2,6 juta per gram.
“Penurunan harga emas ini menunjukkan bahwa faktor fundamental ekonomi global masih menjadi pertimbangan utama investor dibandingkan sentimen geopolitik,” pungkas Gunawan. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































