Tak Sia-sia Bupati Tapsel Siang Malam Urus Korban Bencana

11 hours ago 5
Sumut

29 Maret 202629 Maret 2026

Tak Sia-sia Bupati Tapsel Siang Malam Urus Korban Bencana

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Banjir, banjir bandang, tanah longsor dan tanah bergerak melanda 13 dari 15 kecamatan di Tapanuli Selatan pada 25 November 2025. Ribuan orang terdampak bencana dan Bupati Gus Irawan Pasaribu siang malam mengurusi para korban di posko-posko pengungsian.

Sebulan kemudian atau 26 Desember 2025, bencana serupa melanda satu kecamatan lagi. Sehingga total keseluruhan menjadi 14 kecamatan yang terdampak bencana. Hanya Aek Bilah yang tergolong minim terdampak bencana.

Angguk tangis menggema dimana-mana. Kabupaten Tapanuli Selatan berduka di usia sembilan bulan lima hari kepemimpinan Bupat H. Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga.

Bencana serupa juga melanda 44 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ribuan nyawa melayang menjadi korban. Demikian juga rumah hilang disapu bencana, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Ditambah lagi lahan pertanian.

Melihat rakyatnya diterpa musibah. Bupati Gus Irawan tak henti-hentinya berusaha bagaimana agar Tapsel pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Segala peluang dan kesempatan ia sinergikan demi Tapsel Bangkit.

Bermodal pengalaman pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana tsunami. Gus Irawan faham betul jika semua ini memerlukan data komplit dan valid. Didukung bawahan yang selalu berupaya mengimangi kinerja pimpinannya, para korban didata lengkap nama dan alamat (by name by address).

Kemudian diverifikasi lagi dengan bersinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan mendapatkan keabsahan dari Kodim 0212/TS dan Polres Tapanuli Selatan. Sehingga data yang dikirimkan ke pemerintah pusat itu benar-benar sah dan valid.

Tak heran jika Menteri Dalam Negeri juga Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pacabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjadikan Tapsel sebagai contoh penaganan pascabencana terbaik.

“Saya berbicara sesuai fakta dan data. Karena itulah di setiap rapat bersama para kepala daerah yang terdampak bencana, saya selalu memuji pak Gus Irawan dan menjadikannya sebagai contoh percepatan pemulihan pascabencana,” kata Mendagri Tito Karnavian.

Menurut Mendagri, kenapa warga Tapsel bisa dengan cepat menerima bantuan rumah, dana tunggu hunian (DTH) Rp1,8 juta per KK, uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari, uang perabotan Rp3 juta. Itu karena data yang diajukan sangat valid dan cepat pula.

Sedangkan Menteri Perumahan dam Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyebut semua pihak tidak pernah ragu menyalurkan bantuan ke Tapsel. Sebab, semua tersalur dengan cepat dan tepat sasaran berkat data yang komplit dan valid.

120 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana di Batangtoru bisa menempati rumah baru berupa Hunian Tetap, berkat kolaborasi Kementerian PKP, Kemendagri, Kementerian PU, Kemensos, Danantara, Badan Pusat Statistik (BPS), PLN, PTPN, BPKP Sumut, Yayasan Buddha Tsu Chi dan Pemkab Tapsel.

Bupati Gus Irawan Pasaribu bersyukur atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat Tapsel. Menurutnya, kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat mulai dari awal bencana hingga proses pemulihan.

“Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri terus memberi perhatian. Bahkan pada hari libur maupun hari besar, kami tetap melakukan koordinasi. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyat,” ujarnya.

Hingga kini, warga terdampak bencana di Tapsel telah menerima bantuan berupa santunan bagi korban meninggal dunia, stimulan rumah rusak, bantuan perabotan, bantuan ekonomi produktif, hingga jaminan hidup bulanan dan lainnya.

Sukri Falah Harahap

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |