Inspektorat Jenderal Pantau Kesiapan, Asrama Haji Bekasi Digenjot Maksimal

6 hours ago 3
Nusantara

29 Maret 202629 Maret 2026

Inspektorat Jenderal Pantau Kesiapan, Asrama Haji Bekasi Digenjot Maksimal Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, didampingi Inspektur Wilayah III Mulyadi Nurdin, Lc., M.A., serta Kepala Biro Humas Moh. Hasan Affandi, S.Ag., M.Si., saat meninjau kesiapan fasilitas dan pelayanan di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026).

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BEKASI (Waspada.id): Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia turun langsung memantau kesiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, bersama Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mulyadi Nurdin, Lc., M.A., serta turut dihadiri Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Affandi, S.Ag., M.Si.

Tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga aspek pendukung lainnya.

Pemantauan difokuskan pada kelengkapan infrastruktur asrama, kesiapan anggaran, serta kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.

Selain itu, Inspektorat juga memberikan pembekalan kepada petugas haji sebagai bagian dari penguatan kesiapan operasional.

Inspektur Wilayah III, Mulyadi Nurdin, Lc., M.A., mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan ibadah haji berjalan maksimal, mengingat jadwal keberangkatan kloter pertama semakin dekat.

“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas tersedia dengan baik dan petugas siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji,” ujarnya usai kegiatan.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus pengawasan, di antaranya kesiapan layanan embarkasi dan debarkasi, kelayakan akomodasi seperti kamar yang sehat dan nyaman, hingga pelayanan khusus bagi lanjut usia, jemaah berisiko tinggi, serta penyandang disabilitas.

Selain itu, kesiapan layanan katering juga menjadi perhatian, mencakup dapur, peralatan memasak, hingga ruang konsumsi. Tak kalah penting, layanan penyambutan jemaah di asrama, proses pemberangkatan ke bandara, serta pembinaan jemaah oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi turut dipastikan berjalan optimal.

Mulyadi menegaskan, kesiapan asrama haji menjadi faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terlebih jadwal keberangkatan kloter pertama dijadwalkan mulai 21 April 2026.

“Kesiapan ini sangat menentukan suksesnya pelaksanaan ibadah haji. Waktunya sudah sangat dekat, sehingga seluruh aspek harus benar-benar siap,” tegasnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menekankan pentingnya capaian “Tri Sukses Haji”, yakni sukses pelaksanaan ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.

Indikator keberhasilan tersebut meliputi terserapnya kuota haji secara penuh, menurunnya angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah yang hilang, serta minimnya keluhan dan nihilnya penyimpangan dalam penyelenggaraan haji.

Dalam arahannya, Dendi juga mengingatkan seluruh petugas agar memperkuat koordinasi dan kekompakan tim.

“Seluruh petugas harus segera melakukan konsolidasi, saling mengenal, membangun komitmen bersama, dan bekerja saling mendukung demi pelayanan terbaik bagi jemaah,” pesannya.

Terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah, Mulyadi memastikan hingga saat ini belum berdampak terhadap jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia.Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario antisipatif guna menjamin keselamatan dan keamanan jemaah.

“Kami mengimbau jemaah untuk mengikuti dan mematuhi seluruh kebijakan pemerintah demi kelancaran dan keselamatan ibadah haji,” pungkasnya. (id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |