Strategi #cari_aman Di Jalan Jelang Waktu Berbuka Puasa

5 hours ago 2
Otomotif

Strategi #cari_aman Di Jalan Jelang Waktu Berbuka Puasa

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Waspada/Ist

MEDAN (Waspada.id): Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana berbeda, termasuk di jalan raya. Meski aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, ritme perjalanan cenderung berubah, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Pada momen inilah, kewaspadaan dan kedisiplinan berkendara menjadi semakin penting, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang menempuh jarak cukup jauh.

Menjelang azan magrib, volume kendaraan umumnya meningkat. Sebagian pengendara berusaha segera tiba di rumah atau mencari tempat untuk membatalkan puasa. Situasi ini berpotensi memunculkan manuver mendadak, seperti perpindahan lajur secara tiba-tiba atau pengereman mendadak karena ingin menepi. Dalam kondisi seperti itu, sikap #cari_aman dengan menjaga jarak dan tetap fokus menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di jalan.

Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, Sofiyan Hazri, dengan semangat Satu Hati mengingatkan bahwa berkendara saat menjelang berbuka membutuhkan konsentrasi ekstra.

Menurutnya, perubahan kondisi fisik selama berpuasa dapat memengaruhi respons tubuh, sehingga pengendara perlu lebih waspada terhadap pergerakan kendaraan lain.

“Menjelang berbuka puasa, biasanya ada pengendara yang secara spontan berpindah lajur atau menepi untuk membatalkan puasa. Karena itu, penting untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak terpancing ikut terburu-buru. Prinsipnya tetap #cari_aman, utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” ujar Sofiyan, Rabu (4/3).

Ia juga menyarankan agar pengendara yang masih berada di perjalanan untuk merencanakan waktu dengan baik. Jika memungkinkan, sebaiknya berhenti lima hingga sepuluh menit sebelum waktu berbuka dan memilih lokasi yang aman serta nyaman untuk membatalkan puasa. Menepi secara tiba-tiba di bahu jalan tanpa mempertimbangkan kondisi sekitar berpotensi menimbulkan bahaya, terutama di ruas dengan lalu lintas padat.

“Pengendara diminta tidak memaksakan diri untuk terus berjalan sampai detik terakhir menjelang azan. Lebih baik berhenti lebih awal di tempat yang aman, seperti area parkir atau rest area. Dengan begitu, kita bisa menghindari potensi tersenggol kendaraan lain saat membatalkan puasa di pinggir jalan,” tambahnya.

Selain itu, membawa bekal makanan dan minuman ringan sejak berangkat juga menjadi langkah antisipatif yang bijak. Dengan persiapan tersebut, pengendara tidak perlu tergesa-gesa mencari tempat makan atau berhenti mendadak ketika waktu berbuka hampir tiba. Perencanaan sederhana ini dinilai dapat membantu perjalanan tetap terkendali dan minim risiko.

“Ramadan sejatinya menjadi momentum untuk melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan raya. Dengan menjaga jarak, mengontrol kecepatan serta tetap fokus hingga tiba di tujuan, perjalanan jarak jauh pun dapat dilalui dengan aman dan nyaman. Dari kebiasaan sederhana tersebut, kita ciptakan dampak nyata bagi keselamatan bersama. Kesadaran untuk terus #cari_aman di setiap situasi diharapkan mampu menghadirkan suasana lalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai, khususnya di waktu-waktu menjelang berbuka puasa,” pungkas Sofiyan. (rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |