Satgas Pangan Polda Sumut memeriksa ketersediaan stok dan harga bapokting di satu pasar tradisional di Kota Medan, Jumat (13/3). Waspada.id
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Satgas Pangan Polda Sumut kembali mengecek ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Jumat (13/3).
Pengecekan untuk memastikan ketersediaan bapokting menjelang perayaan Idul Fitri yang semakin dekat.
Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni Pasar Simpang Limun Jl. SM Raja dan Pasar MMTC Jl. Pancing, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta pengelola pasar setempat.
Di Pasar Simpang Limun, kegiatan dipimpin Kasubdit I Indag Dit Reskrimsus AKBP Budi Prasetyo diwakili AKP Boyke Barus, berdasarkan perintah Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol. Rahmat Budi Handoko selaku Kasatgas Pangan.
Tim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios sembako dan pedagang bahan pokok.
Dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas seperti beras, gula, telur, minyak goreng, hingga daging sapi dan ayam masih berada dalam kondisi stabil.
Beras medium dijual sekira Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berkisar Rp62.000 hingga Rp63.000 per kemasan 5 kilogram.
Minyak goreng merek Minyakita dijual Rp15.500 hingga Rp16.000 per liter, gula pasir Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram, serta daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang juga masih berada dalam kisaran harga eceran tertinggi (HET). Cabai merah dijual antara Rp24.000 hingga Rp32.000 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, dan bawang putih Rp30.000 per kilogram.
Sedangkan di Pasar MMTC Medan, Tim Satgas Pangan dipimpin AKP Helmi Azhar Lubis, juga memeriksa sejumlah kios pedagang yang menjual bahan pokok seperti ayam potong, daging sapi, telur, beras, minyak goreng hingga cabai dan bawang.
Harga ayam ras di pasar tersebut sekira Rp45.000 per kilogram, daging sapi impor Rp140.000 per kilogram, telur ayam ras Rp1.500 per butir, gula pasir Rp18.500 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp16.000 per liter.
Harga cabai merah Rp23.000 per kilogram, cabai hijau Rp12.000 per kilogram, serta cabai rawit Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Budi Prasetyo melalui tim Satgas Pangan menyampaikan, kegiatan dilakukan sebagai langkah pengawasan untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan, serta menjelang Idul Fitri.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta harga tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Dari hasil pengecekan di dua pasar tersebut, secara umum harga masih relatif stabil dan stok bahan pokok mencukupi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim akan terus melakukan pemantauan secara berkala di pasar tradisional maupun pusat distribusi pangan guna mengantisipasi potensi penimbunan maupun praktik permainan harga.
“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan monitoring dan pengawasan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” katanya lagi.
Selain memantau harga, tim juga mencatat adanya kecenderungan penurunan daya beli masyarakat selama bulan puasa. Meski demikian, ketersediaan bahan pokok di pasar masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Satgas Pangan Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di Sumatera Utara.(id121)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































