Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad SpB (kemeja batik), saat penandatanganan nota kesepahaman bersama RSUDZA Banda Aceh, di Banda Aceh. Senin (9/3).Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Dilaporkan, Transformasi layanan kesehatan di daerah, semakin diperkuat melalui sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran.
Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP), Aceh Barat Daya (Abdya), kini resmi menjadi bagian dari jejaring pendidikan dokter spesialis, milik Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Kerja sama tersebut, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), pada Senin (9/3). Melalui kemitraan ini, RSUD-TP Abdya akan menjadi salah satu rumah sakit jejaring, dalam pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya strategis, dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran, sekaligus memperluas akses masyarakat, terhadap layanan kesehatan yang lebih profesional dan berbasis standar akademik.
Sebagai rumah sakit jejaring pendidikan, RSUD-TP Abdya akan menjadi lokasi praktik klinis, bagi para residen PPDS. Para dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis tersebut, akan terlibat langsung dalam pelayanan medis, penanganan berbagai kasus klinis, serta pengembangan kompetensi profesional, di bawah supervisi dokter spesialis dan tenaga medis senior.
Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad, SpB, kepada Waspada.id, mengatakan, kerja sama ini membuka ruang baru bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, sekaligus memperkuat peran rumah sakit daerah, dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran.
Menurutnya, kehadiran residen PPDS, tidak hanya memperkaya dinamika akademik di lingkungan rumah sakit, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas penanganan pasien, melalui pendekatan klinis yang lebih komprehensif. “Status sebagai rumah sakit jejaring pendidikan, menjadi momentum penting bagi RSUD-TP Abdya, untuk terus meningkatkan standar pelayanan, sekaligus ikut berkontribusi dalam mencetak dokter spesialis yang profesional dan kompeten,” ujar dr Ismail.
Ditambahkan, kolaborasi ini juga diharapkan mendorong berkembangnya kegiatan ilmiah dan penelitian medis, yang dapat memperkuat sistem layanan kesehatan di Aceh, khususnya di wilayah barat selatan.
Sinergi antara rumah sakit daerah, rumah sakit rujukan provinsi, dan institusi pendidikan kedokteran, dinilai menjadi model penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Dimana pendidikan, pelayanan dan penelitian berjalan secara terpadu.
Bagi masyarakat Abdya, kemitraan ini diharapkan membawa dampak nyata, berupa meningkatnya mutu pelayanan medis, akses terhadap tenaga dokter yang lebih kompeten, serta penguatan kapasitas rumah sakit daerah sebagai pusat layanan kesehatan yang semakin modern dan responsif, terhadap kebutuhan masyarakat.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































