Ribuan Liter Eco Enzym Dituang ke Cisadane, Gemabudhi: Kerja Nyata Cegah Kerusakan Alam

13 hours ago 8
Lainnya

 Kerja Nyata Cegah Kerusakan Alam Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) melakukan aksi lingkungan dengan menuangkan ribuan liter eco enzyme ke aliran Sungai Jeletreng yang terhubung dengan Sungai Cisadane. Aksi ini sekaligus mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai penuangan eco enzyme terbanyak di sungai. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan 40 tahun Hari Kelahiran GEMABUDHI, yang menegaskan komitmen generasi muda Buddhis dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata.

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Pencemaran sungai akibat limbah industri, bahan kimia, dan pestisida masih menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan dan kehidupan masyarakat. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) melakukan aksi lingkungan dengan menuangkan ribuan liter eco enzyme ke aliran Sungai Jeletreng yang terhubung dengan Sungai Cisadane.

Aksi ini sekaligus mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai penuangan eco enzyme terbanyak di sungai. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan 40 tahun Hari Kelahiran GEMABUDHI, yang menegaskan komitmen generasi muda Buddhis dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata.

Ketua Umum GEMABUDHI, Bambang Patijaya, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai kebajikan Buddhis yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.

“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi saksi atas kerusakan lingkungan, tetapi harus menjadi pelopor perubahan melalui aksi nyata yang konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, jajaran pemerintah pusat dan daerah, pimpinan majelis keagamaan Buddhis, organisasi kepemudaan, serta para aktivis lingkungan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap krisis ekologis.

Mengusung semangat “Harmoni dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Kebajikan,” peringatan 40 tahun GEMABUDHI menjadi pengingat bahwa kebajikan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Melalui penuangan eco enzyme ke sungai, GEMABUDHI berharap dapat membantu memperbaiki kualitas air sekaligus mendorong revitalisasi ekosistem sungai yang terdampak pencemaran. Sungai Jeletreng diketahui merupakan bagian dari aliran Sungai Cisadane yang bermuara hingga kawasan Muara Angke, Jakarta.

Melalui pencapaian rekor MURI ini, GEMABUDHI berharap gerakan eco enzyme dapat menginspirasi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan. Gerakan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai inisiatif lingkungan yang melibatkan masyarakat, komunitas, dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang.

Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk Andre Simandjaja menyampaikan bahwa pihaknya turut berkontribusi dalam kegiatan ini melalui penyediaan eco enzyme yang diproduksi secara mandiri di kawasan Flavor Bliss Alam Sutera sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alam Sutera Peduli.

“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran lingkungan melalui penyediaan eco enzyme yang diproduksi secara mandiri di Flavor Bliss Alam Sutera melalui program CSR Alam Sutera Peduli. Produksi eco enzyme ini merupakan salah satu komitmen kami untuk menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |