Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung angkat suara perihal isu opsi peralihan impor minyak mentah dari wilayah Timur Tengah menjadi dari Rusia.
Yuliot menyebutkan keputusan impor dari negara lain sebagai peralihan impor minyak mentah dari Timur Tengah merupakan keputusan bisnis PT Pertamina (Persero). Salah satu yang jadi pertimbangan adalah tingkat kebutuhan impor RI dan pemerintah akan memanfaatkan hal tersebut sepanjang ada relaksasi.
"(Opsi impor dari Rusia) Itu kan keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih membutuhkan sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan itu prosesnya," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Sayangnya, sejauh ini pemerintah sendiri belum melakukan kajian lebih dalam jika Indonesia melakukan impor dari Rusia. "Belum ada (kajian)," tandasnya.
Asal tahu saja, pemerintah RI mulanya mau mengalihkan jumlah impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS). Namun, baru-baru ini AS justru membuka keran impor minyak dari Rusia.
AS Impor Minyak Rusia
Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tak biasa di tengah gejolak pasar energi global akibat perang dengan Iran. Washington pada Kamis (12/3/2026) memberikan izin sementara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini masih terjebak di laut, dengan tujuan meredakan tekanan pada pasokan energi dunia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut bersifat terbatas dan hanya berlaku dalam jangka waktu singkat.
Dalam unggahan di platform X, Bessent menegaskan bahwa langkah ini tidak dimaksudkan untuk membuka kembali perdagangan minyak Rusia secara luas.
Ia menyebut kebijakan itu sebagai "langkah yang dirancang secara sempit dan bersifat sementara" yang hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada dalam perjalanan.
Menurut informasi yang diperoleh CNBC, saat ini terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang berada di laut di sekitar 30 lokasi di seluruh dunia. Volume tersebut setara dengan kebutuhan AS sekitar lima hingga enam hari.
Langkah Washington untuk sementara mengizinkan pembelian minyak itu diharapkan dapat membantu meredakan volatilitas pasar energi yang meningkat sejak pecahnya perang dengan Iran.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

14 hours ago
2















































