Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak bervariasi mengawali pekan ini. Saham Korea Selatan mencetak rekor baru, melanjutkan reli bulanan bersejarah setelah bulan April lalu.
Para investor masih terus mempertimbangkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta rencana AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip CNBC Internasional, AS masih terus berupaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak dimulainya perang Iran. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Presiden AS Trump dalam postingannya di Truth Social pada hari Minggu (3/5/2026).
Upaya tersebut disebut "Project Freedom", yang rencananya akan dimulai pada hari Senin waktu Timur Tengah. Fokus utamanya adalah mengevakuasi kapal-kapal sipil berbendera negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik dari perairan sengketa tersebut agar mereka dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya dengan bebas dan lancar.
"Dukungan militer AS untuk Proyek Kebebasan akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat terbang darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 personel militer," kata Komando Pusat AS tak lama setelah pengumuman Trump, dikutip Senin (4/5/2026).
Sebagai informasi, harga minyak turun setelah pengumuman "Proyek Freedom". Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 0,59% menjadi US$101,34 per barel pada pukul 19.38 ET. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,27% menjadi US$107,88 per barel.
Sebelumnya, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.992, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di 25.776,53.
Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit melemah. Pasar di Jepang dan Tiongkok tutup karena hari libur nasional.
Kontrak berjangka saham AS diperdagangkan mendekati level datar pada Minggu malam. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1% dan kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 100 poin, atau 0,2%.
Pada hari Jumat lalu, S&P 500 maupun Nasdaq Composite naik ke rekor tertinggi intraday dan penutupan baru sepanjang masa. Indeks pasar luas naik 0,29%, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,89%. Namun, Dow berlawanan dengan tren tersebut, turun 152,87 poin, atau 0,31%.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

2 hours ago
1
















































